KIP Kuliah Rp4,86 Triliun untuk 547 Ribu Mahasiswa Siap Dicairkan!

AKURAT.CO Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah telah mulai dicairkan sebesar Rp4,86 triliun untuk 547.000 mahasiswa penerima KIP Kuliah dan akan dilanjutkan hingga memenuhi sesuai jumlah sasaran mahasiswa.
Selain itu, bagi mahasiswa baru KIP Kuliah tahun ajaran 2025, pencairan akan dilakukan di awal masa kuliah, sehingga memudahkan mahasiswa untuk berkuliah.
Baca Juga: Bantuan KIP Kuliah 2025: Besaran dan Syarat Penerima
Dalam hal ini, total penerima KIP-Kuliah tahun 2025 sebanyak 1.040.192 mahasiswa, sedangkan penerima ADiK sebanyak 9.141 mahasiswa.
Mendiktisaintek berkomitmen mempercepat pencairan anggaran agar penerima beasiswa tidak terkendala dalam pembayaran uang kuliah. “Kalau bisa dipermudah, mengapa harus dipersulit?” kata dia di Jakarta, Jumat (14/3/2025).
Ketua komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengatakan bahwa pemerintah dan DPR RI telah berkomitmen agar anggaran beasiswa tidak akan dipotong atau mengalami efisiensi.
Ia menjelaskan, pada rapat kerja (Raker) Komisi X DPR RI pada beberapa hari lalu, anggaran seluruh program beasiswa Kemdiktisaintek RI pada tahun anggaran 2025 dilaporkan sebesar Rp15,428 Triliun untuk beberapa jenis beasiswa, yaitu KIP-Kuliah, Beasiswa ADiK, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Beasiswa KNB (Kemitraan Negara Berkembang), Beasiswa Dosen dan Tendik di Dalam Negeri dan Luar Negeri.
Baca Juga: Dibuka Februari! Ini Cara Daftar KIP Kuliah 2025 Lengkap dengan Persyaratannya
Beasiswa KIP-Kuliah mendapat porsi terbesar yaitu Rp14,698 Triliun, dan untuk Beasiswa ADiK sebesar Rp213,7 Miliar.
“Di tengah tantangan Indonesia ke depan diperlukan pendidikan tinggi yang dapat diakses semua pihak dan berkualitas. Salah satu manifestasinya adalah dengan memberikan beasiswa bagi mahasiwa yang kurang mampu tetapi memiliki prestasi akademik yang baik,” jelasnya.
Ia menegaskan, hal ini merupakan upaya yang perlu dilakukan untuk menghindari middle income trap agar tidak terdampak ke Indonesia.
“Terlebih Indonesia memiliki cita-cita untuk dapat meningkatkan APK Pendidikan Tinggi hingga 60% di tahun 2045 tepat saat perayaan 100 tahun Indonesia merdeka,” ucapnya.
Ia pun berpesan kepada mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah agar beasiswa ini dapat digunakan untuk mendukung studi yang diinginkan dan harus tepat guna.
“Saya para penerima beasiswa ini dapat menjadi mentor bagi adik-adik tingkatnya yang lain agar berani bermimpi sekolah tinggi dengan beasiswa,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia







