Pendapat Guru tentang Sistem Penyelenggaraan Ujian Tertulis: Kelebihan, Tantangan, dan Contoh Jawaban Lengkap PPG

AKURAT.CO Pelaksanaan Uji Kompetensi Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) tahun 2025 digelar pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2025. Ujian ini bukan sekadar menilai pengetahuan, tetapi juga kemampuan pedagogik serta kesiapan reflektif guru melalui studi kasus. Salah satu soal yang kerap muncul adalah pertanyaan terbuka: “Bagaimana pendapat Bapak/Ibu terhadap sistem penyelenggaraan ujian tertulis saat ini?”
Pertanyaan ini menjadi bagian penting karena menggali pengalaman nyata peserta dalam menghadapi sistem ujian berbasis komputer (Computer-Based Test/CBT). Mulai dari efektivitas, kemudahan teknis, hingga hambatan di lapangan, semuanya menjadi dasar evaluasi nasional untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan PPG.
Mengapa Sistem Ujian Tertulis PPG Jadi Sorotan?
Dalam beberapa tahun terakhir, digitalisasi menjadi arah utama kebijakan PPG. Sistem CBT diterapkan secara serentak di berbagai wilayah, termasuk daerah 3T, sehingga memberikan pengalaman yang berbeda bagi tiap peserta. Bagi banyak guru, sistem ini menawarkan kemudahan; namun bagi sebagian lainnya, tantangan teknis masih menjadi momok utama.
Kondisi inilah yang membuat evaluasi terhadap penyelenggaraan ujian menjadi krusial, terutama saat menyusun jawaban reflektif untuk UKPPPG.
Kelebihan Sistem CBT dalam Ujian Tertulis PPG 2025
Berbagai sumber, termasuk publikasi resmi sekolah dan pengalaman peserta, menyoroti banyak manfaat dari penggunaan CBT. Keunggulannya terasa mulai dari aspek teknis hingga efisiensi waktu.
Sistem ini membuat proses ujian lebih ringkas karena guru tidak perlu lagi mengisi lembar jawaban manual atau menuliskan identitas berulang. Jawaban langsung diproses oleh sistem sehingga mengurangi risiko kesalahan koreksi dan mempercepat informasi hasil ujian.
Tampilan soal yang rapi di layar juga membantu peserta menjaga fokus, tanpa harus repot mengurusi administrasi seperti mengganti kertas atau menghapus tulisan. Fleksibilitas lokasi menjadi alasan lain yang banyak diapresiasi, karena guru dari berbagai daerah bisa mengikuti ujian tanpa harus terpusat di satu kota.
Tantangan dan Kendala dalam Pelaksanaan CBT
Meski menawarkan banyak keuntungan, pelaksanaan CBT dalam UKPPPG 2025 belum sepenuhnya mulus. Beberapa peserta melaporkan adanya hambatan teknis berupa komputer yang tiba-tiba error, server yang sulit diakses, atau sistem login yang tertunda. Situasi ini dapat memicu stres dan mengganggu konsentrasi.
Beberapa guru juga menyampaikan bahwa tidak semua peserta memiliki pemahaman teknologi yang memadai. Penggunaan perangkat seperti laptop dan aplikasi Ruang GTK atau SIMPKB menjadi tantangan tambahan, terutama bagi guru yang belum terbiasa.
Ada pula laporan soal validasi dokumen yang tertunda hingga berjam-jam, membuat persiapan ujian menjadi kurang optimal. Jika kendala sistem berlangsung cukup parah, jadwal ujian bahkan harus ditunda dan diulang.
Studi Kasus Pengalaman Guru di Lapangan
Ilustrasi nyata mengenai pelaksanaan CBT dapat ditemukan dari beberapa peserta yang membagikan pengalamannya. Salah satu guru mengatakan melalui kanal YouTube Belajar Guru:
"Selama pelaksanaan UTBK, saya merasa cukup nyaman dengan hadirnya sistem CBT ini, karena lebih praktis dan efisien. Ujian berbasis online juga bisa menghemat waktu karena penilaian dilakukan oleh sistem.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Beberapa peserta mengeluhkan kendala teknis seperti gagal login, validasi dokumen yang tertunda, hingga kebutuhan perangkat dengan spesifikasi tinggi yang tak selalu mudah dipenuhi."
Kutipan ini memperlihatkan bahwa CBT sebenarnya diterima dengan positif, tetapi tetap memerlukan penyempurnaan agar lebih inklusif.
Harapan Guru terhadap Penyempurnaan Sistem Ujian
Evaluasi pelaksanaan PPG menunjukkan bahwa guru menginginkan sistem yang lebih stabil dan responsif. Beberapa masukan yang banyak disampaikan antara lain:
-
Ketersediaan layanan bantuan teknis yang aktif 24 jam
-
Simulasi ujian CBT berskala nasional agar guru memahami sistem sebelum ujian
-
Kehadiran petugas pendamping di setiap titik lokasi
-
Perbaikan koordinasi antara Kemendikbud, LPTK, dan peserta ujian
-
Mekanisme validasi dokumen yang lebih cepat
Dengan adanya peningkatan di berbagai sektor ini, penyelenggaraan ujian diharapkan dapat lebih adil bagi semua peserta.
Contoh Jawaban Reflektif: Pendapat tentang Sistem Penyelenggaraan Ujian Tertulis
Bagian ini sangat penting karena menjadi panduan bagi guru yang sedang mempersiapkan ujian UKPPPG. Narasi berikut telah dikembangkan agar mudah dipahami dan tidak dianggap plagiat, kecuali kutipan langsung.
Contoh Jawaban 1
Menurut saya, sistem ujian tertulis yang digunakan saat ini menunjukkan perubahan besar yang patut diapresiasi. Pemanfaatan teknologi membuat proses ujian menjadi lebih cepat, transparan, dan minim kesalahan administratif. Penilaian otomatis memberikan hasil yang akurat dan membantu peserta mengetahui performanya lebih cepat.
Selain itu, fleksibilitas lokasi ujian membuat guru dari berbagai daerah bisa mengikuti ujian tanpa perlu melakukan perjalanan jauh. Penggunaan CBT juga mendukung upaya pengurangan penggunaan kertas, sehingga lebih ramah lingkungan. Meskipun masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, perubahan ke arah digital ini merupakan langkah positif bagi dunia pendidikan.
Contoh Jawaban 2
Bagi saya, perubahan dari ujian berbasis kertas ke sistem berbasis komputer merupakan inovasi yang tepat. Peserta kini memiliki peluang mengerjakan ujian dari lokasi yang lebih dekat, tanpa harus terpusat di satu gedung. Platform Ruang GTK menjadi solusi yang cukup membantu, terutama bagi guru dari wilayah terpencil.
Di sisi lain, tantangan teknis masih cukup banyak. Masalah login di aplikasi Ruang GTK atau SIMPKB, misalnya, masih sering dikeluhkan karena ada peserta yang bahkan menunggu lebih dari 12 jam untuk bisa masuk. Validasi dokumen yang sering gagal juga menambah tekanan. Saya berharap aspek teknis ini dapat diperbaiki agar pelaksanaan ujian berjalan lebih lancar.
Kesimpulan
Sistem penyelenggaraan ujian tertulis PPG 2025 menunjukkan perkembangan positif menuju digitalisasi. Kehadiran CBT membawa banyak manfaat bagi peserta, mulai dari efisiensi hingga ketepatan penilaian. Meski begitu, tantangan teknis masih memerlukan perhatian serius agar pelaksanaan ujian benar-benar adil dan merata.
Pendapat guru menjadi elemen penting dalam evaluasi ini. Melalui masukan yang konstruktif, penyelenggara diharapkan mampu menghadirkan sistem ujian yang lebih stabil, ramah peserta, dan mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan.
Kalau kamu ingin mengikuti perkembangan terbaru seputar PPG dan UKPPPG, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Hal-Hal yang Dapat Ditingkatkan dari Pelaksanaan UT: Pembahasan Lengkap dan Referensi Jawaban PPG
FAQ
1. Apa itu UKPPPG 2025 dan kapan pelaksanaannya?
UKPPPG 2025 adalah Uji Kompetensi Pendidikan Profesi Guru yang wajib diikuti peserta PPG untuk memperoleh sertifikat pendidik. Ujian tahun 2025 dilaksanakan pada 30 Juli sampai 3 Agustus 2025.
2. Apakah ujian tertulis PPG 2025 sudah menggunakan sistem CBT?
Ya. Ujian tertulis dilaksanakan berbasis Computer-Based Test (CBT) yang memungkinkan proses koreksi otomatis, tampilan soal lebih rapi, serta pelaksanaan yang lebih fleksibel.
3. Apa saja kelebihan sistem ujian tertulis berbasis CBT?
Beberapa keunggulan yang paling dirasakan peserta antara lain:
-
Proses lebih praktis dan tidak membutuhkan lembar jawaban manual.
-
Tampilan soal lebih terstruktur sehingga membantu fokus.
-
Koreksi otomatis membuat hasil lebih cepat dan akurat.
-
Pelaksanaan lebih fleksibel karena bisa diikuti dari berbagai lokasi.
4. Apa tantangan terbesar dalam pelaksanaan CBT PPG?
Kendala teknis masih menjadi tantangan utama, seperti komputer error, sistem yang sulit diakses, login yang tertunda, hingga validasi dokumen yang gagal. Guru yang belum mahir teknologi juga sering merasa tertekan saat menjalani ujian.
5. Apakah peserta dari daerah 3T mengalami kendala tambahan?
Ya. Peserta dari daerah 3T kerap menghadapi keterbatasan jaringan internet, perangkat yang kurang memadai, serta akses lokasi ujian yang tidak selalu merata.
6. Apakah soal ujian sesuai dengan materi yang dipelajari di PPG?
Secara umum ada kesesuaian antara materi PPG dan soal UKPPPG, meskipun beberapa peserta menilai implementasinya belum merata dan masih terdapat soal yang terasa sangat teoritis.
7. Apakah ada contoh jawaban reflektif untuk soal “Bagaimana pendapat Bapak/Ibu terhadap sistem penyelenggaraan ujian tertulis saat ini?”
Ada. Artikel menyediakan beberapa versi contoh jawaban yang dapat digunakan sebagai referensi. Isinya mencakup apresiasi terhadap digitalisasi CBT, penyebutan kelebihannya, serta kritik konstruktif terkait kendala teknis.
8. Apa rekomendasi perbaikan untuk pelaksanaan ujian PPG berbasis CBT?
Guru menyarankan adanya layanan bantuan teknis 24 jam, simulasi CBT skala nasional, peningkatan koordinasi antar pihak penyelenggara, serta pendampingan teknis di lokasi ujian.
9. Mengapa evaluasi penyelenggaraan ujian tertulis dianggap penting?
Karena masukan guru menjadi dasar perbaikan sistem secara nasional. Evaluasi ini membantu menciptakan proses ujian yang lebih adil, inklusif, dan sesuai kebutuhan guru di lapangan.
10. Apakah ujian CBT benar-benar lebih efisien dibanding ujian manual?
Dari pengalaman banyak peserta, iya. CBT mengurangi beban administratif, mempercepat penilaian, dan meminimalkan potensi kesalahan koreksi yang sering terjadi pada sistem manual.
11. Apakah peserta harus terbiasa menggunakan komputer untuk bisa mengikuti ujian?
Ya. Pemahaman dasar penggunaan komputer sangat dibutuhkan. Guru yang belum terbiasa biasanya membutuhkan waktu adaptasi lebih lama atau mengikuti simulasi.
12. Apa jenis kendala yang paling sering dialami peserta saat login?
Beberapa peserta melaporkan sistem yang sulit diakses, proses login tertunda hingga berjam-jam, serta aplikasi Ruang GTK atau SIMPKB yang tidak responsif.
13. Apakah ujian bisa ditunda jika ada gangguan sistem?
Bisa. Jika terjadi gangguan server atau perangkat bermasalah secara masif, pelaksanaan ujian dapat dihentikan sementara atau dijadwalkan ulang.
14. Bagaimana peran LPTK dalam pelaksanaan ujian?
LPTK berperan sebagai penyelenggara lapangan, memastikan kesiapan perangkat, validasi identitas peserta, serta menyediakan pendamping teknis selama ujian berlangsung.
15. Bagaimana cara menjawab soal reflektif agar bernilai baik?
Jawaban ideal biasanya mencakup:
-
Penjelasan objektif mengenai pengalaman mengikuti ujian.
-
Penyebutan kelebihan sistem.
-
Kritik konstruktif terhadap kekurangannya.
-
Saran yang realistis untuk penyempurnaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









