Dongeng Sebelum Tidur, Legenda Dewi Sri: Asal Muasal Padi

AKURAT.CO - Legenda Dewi Sri berasal dari Jawa Tengah. Dewi Sri sosok yang dipercaya sebagai pelindung padi dan sumber kesuburan. Sangat pas diceritakan kepada buah hati sebagai dongeng sebelum tidur.
Kisah Dewi Sri bukan sekadar cerita lama, Ayah Bunda. Ini adalah warisan nilai bagi keluarga Indonesia: tentang ketulusan hati, rela berkorban, dan bagaimana kebaikan bisa tumbuh menjadi keberlimpahan bagi banyak orang.
Melalui perjalanan Dewi Sri yang penuh ujian, dari kehilangan kakak hingga menghadapi raksasa rakus, kita diingatkan bahwa setiap butir padi yang kita makan adalah simbol pengabdian dan cinta kepada sesama.
Baca Juga: Dongeng Sebelum Tidur, Burung Pipit Pengen Jadi Merak
Kisah Legenda Dewi Sri berikut dicuplik dari channel Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat.co.
Dewi Sri Turun ke Bumi
Dahulu kala, di kahyangan yang penuh cahaya dan awan keemasan, hiduplah Dewi Sri, istri dari Batara Wisnu, sang dewa pemelihara alam semesta.
Dewi Sri dikenal sebagai dewi tercantik dan paling baik hati di kahyangan. Senyumnya membawa kedamaian, dan pikirannya selalu tertuju pada kesejahteraan manusia di bumi.
Suatu hari, Batara Wisnu memanggilnya dengan suara lembut namun penuh wibawa. “Wahai istriku, turunkanlah dirimu ke bumi dan ajarkan manusia cara bercocok tanam, agar mereka tak kelaparan lagi,” titahnya.
Dengan penuh bakti, Dewi Sri menunduk dan mengangguk. Ia pun turun ke bumi dalam wujud manusia, terlahir sebagai Putri Sri, anak raja Medang Kamulan.
Seiring waktu, Putri Sri tumbuh menjadi gadis anggun dan berhati lembut. Ia suka membantu rakyat, menanam bunga, dan berbagi makanan dengan orang miskin.
Sedana Dikutuk Jadi Ular
Putri Sri memiliki saudara laki-laki bernama Sedana. Mereka berdua sangat akrab. Sedana bijaksana dan selalu menjaga adiknya dari bahaya.
Suatu hari datang lamaran untuk Sedana dari kerajaan lain. Tapi Sedana menolak dengan halus karena ingin mengabdi pada keluarganya.
Penolakan itu membuat raja murka. Dengan kesaktiannya, ia mengutuk Sedana menjadi seekor ular besar dan mengusirnya dari istana. Sedana hanya bisa pasrah.
Ular Besar Sedana meluncur pergi menjauh dari istana. Putri Sri memandang kepergian ular dengan sangat sedih, air matanya menetes.
Diganggu Raksasa Kala Srenggi
Putri Sri sangat terpukul. Ia menangis berhari-hari, tak sanggup melihat kakaknya menderita. Akhirnya, ia memutuskan meninggalkan istana untuk mencari Sedana.
Putri Sri menempuh perjalanan panjang melewati hutan lebat, sungai berkilau, dan bukit hijau. Hatinya hanya satu: menemukan kakaknya tercinta.
Di tengah perjalanan, muncullah Kala Srenggi, raksasa jahat dan rakus dengan mata menyala dan gigi tajam. “Hahaha! Cantik sekali kau, Dewi Sri! Aku akan menangkapmu!” teriaknya.
Putri Sri berdiri tegar dengan penuh keberanian. “Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti siapa pun!” katanya lantang. Ia berdoa dengan sepenuh hati, memohon kekuatan dari kahyangan. Cahaya putih keemasan mengelilingi Dewi Sri; raksasa mundur ketakutan.
Dengan doa sakti, Putri Sri – Titisan roh Dewi Sri-- mengutuk Kala Srenggi menjadi seekor babi hutan yang kotor dan bau. Namun raksasa Kala Srenggi tetap marah dan terus mengejarnya ke segala penjuru.
Dewi Sri Jadi Padi
Lelah lari dan bersembunyi dari kejaran Babi Kala Srenggi, Putri Sri akhirnya memohon pertolongan kepada Batara Guru, dewa tertinggi.
Batara Guru mendengar doa itu. Dengan belas kasih, ia mencabut nyawa Putri Sri agar terbebas dari penderitaan, dan tubuh sang Putri perlahan masuk ke dalam bumi.
Dari tempat Putri Sri berpulang, tumbuhlah tanaman yang indah: batangnya hijau, bijinya keemasan saat matang. Itulah padi, sumber makanan bagi seluruh manusia.
Kala Srenggi, si babi hutan, tahu bahwa padi berasal dari tubuh Putri Sri. Ia pun selalu berusaha merusaknya. Namun Sedana, yang kini menjadi ular, setia menjaga padi dari gangguan.
Sejak saat itu, masyarakat percaya bahwa Putri Sri –sang titisan roh Dewi Sri-- adalah dewi padi, pelindung kesuburan dan pembawa rezeki.
Pesan Moral
Demikianlah cerita legenda Dewi Sri, ayah bunda. Legenda ini mengajarkan kita bahwa ketulusan hati membantu manusia akan membuahkan kebaikan bagi banyak orang.
Padi yang tumbuh dari tubuh Dewi Sri mengajarkan bahwa manusia dan alam saling terhubung. Menjaga alam berarti menjaga kehidupan kita sendiri.
Versi animasi legenda Dewi Sri ini bisa ayah bunda tonton bersama buah hati tercinta di LINK ini. Tinggal klik. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







