Dongeng Sebelum Tidur, Burung Pipit Pengen Jadi Merak

AKURAT.CO - Halo ayah bunda dan anak-anak Indonesia yang hebat. Indonesia kaya dengan kisah dongeng yang mempunyai pesan moral yang kuat. Baik itu dari dongeng fabel, legenda, ataupun dongeng fantasi modern.
Untuk dongeng anak-anak, dongeng fabel sangat banyak kita temukan. Seperti dongeng kancil yang cerdik, dongeng belalang yang pemalas, atau dongeng kura-kura yang lambat tapi tekun. Masing-masing dongeng membawa pesan moral yang bagus untuk membangun karakter anak-anak kita.
Dongeng sebelum tidur berikut yang berjudul "Burung Pipit Pengen Jadi Merak" juga sangat baik kita kisahkan kepada buah hati kita, untuk membangun kepercayaan diri.
Dongeng fabel ini dikisahkan oleh channel youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia. Berikut kisahnya:
Pipit Kagum Pada Merak
Di sebuah taman luas penuh bunga warna-warni, hiduplah seekor burung pipit kecil bernama Pipo. Tubuhnya mungil dan suaranya lembut tapi merdu.
Baca Juga: Luncurkan Channel Dongeng, Dirut Akuratco: Menghidupkan Imajinasi dan Karakter Anak Bangsa
Setiap pagi, Pipo berkicau menyambut matahari. Namun suatu hari, ia berhenti bernyanyi. Matanya tertuju pada burung merak yang sedang membuka ekor indahnya di tengah taman.
“Wah, betapa indahnya bulu Merak! Andai aku punya bulu seperti itu, pasti semua hewan akan kagum padaku,” gumam Pipo lirih. Pipo menatap merak dengan mata berbinar.
Sejak hari itu, Pipo si Burung Pipit jadi sering mengeluh. Ia malas bernyanyi, malas terbang. Ia hanya membayangkan dirinya menjadi burung merak yang indah.
Pipit Meniru Merak
Suatu pagi, Pipo melihat sehelai bulu merak jatuh di tanah. Ia segera mengambilnya dan menempelkan di punggungnya.
“Lihat aku sekarang! Aku hampir seperti Merak!” kata Pipo sambil berputar di depan kolam. Tapi hewan-hewan seperti kelinci, kura-kura dan tupai justru menahan tawa melihat Pipo dengan bulu palsu.
“Bulu itu bukan punyamu, Pipo. Kau terlihat lucu, bukan indah,” ujar si Kelinci sambil tersenyum lembut. Tapi Pipo malah meresponnya dengan ekspresi kecewa, kesal, dan terbang menjauh.
Nasehat Gagak
Pipo si burung Pipit terbang ke hutan dan duduk di atas dahan besar. Di sana, ia bertemu dengan burung gagak. “Hei, kenapa kau pakai bulu merak?” tanya Gagak heran.
“Aku ingin jadi seindah Merak, Gagak. Aku bosan jadi pipit kecil yang tak dipandang,” jawab Pipo.
Gagak tertawa kecil. “Lucu sekali. Aku malah ingin punya suara seindah suaramu, Pipo. Suaraku parau dan serak. Tapi suaramu… membuat pagi terasa hangat,” Gagak berbicara ramah.
Kata-kata Gagak membuat Pipo terdiam. Ia tak pernah berpikir bahwa suaranya disukai oleh burung lain.
Baca Juga: Manfaat Dongeng untuk Anak
Pipit Dapat Ujian
Pipo si burung Pipit merenungkan kata-kata Gagak. Bersamaan dengan itu, angin berembus kencang. Bulu merak yang ditempelkannya terlepas dan terbawa angin. Pipo mengejarnya, tapi tersangkut di semak berduri.
Pipo berusaha melepaskan diri tapi tak bisa. Gara-gara Bulu palsu itu, justru membuatnya sulit terbang. Ia menyesal. “Andai aku tidak memaksakan diri menjadi Merak…”
Untung saja Gagak datang menolong. Ia mematuk ranting pelan-pelan hingga Pipo bebas. “Lain kali, jadilah dirimu sendiri, Pipo. Dunia butuh suaramu, bukan bulu palsu,” ujar Gagak tulus. Pipo terharu.
Sadar
Pipo kemudian terbang dan menatap langit. Ia kini sadar, setiap makhluk punya keindahannya sendiri. Merak indah dengan bulunya, Gagak kuat dengan keberaniannya, dan ia punya suara merdu yang membawa damai.
Sejak hari itu, Pipo si Burung Pipit kembali berkicau setiap pagi. Suaranya kembali merdu, menyapa taman dengan keceriaan. Semua hewan mendengarkan suara merdunya dengan asyik.
Bahkan Merak pun datang mendekat. “Kau tahu, Pipo,” katanya, “aku selalu iri dengan suaramu. Aku tak bisa bernyanyi seindah dirimu.”
Pipo tersenyum mendengar ucapan Merak. “Ternyata kita saling kagum, ya,” ujar Pipo kepada Merak
Hari itu Pipo mendapat pelajaran berharga: keindahan sejati bukan dari penampilan, tapi dari menerima dan mengasah apa yang kita miliki.
Pesan Moral
Kisah Pipit pengen jadi Merak memberikan pesan moral yang bagus untuk kita semua: Setiap makhluk ciptaan Tuhan punya keunikan dan keindahan sendiri. Kenali, syukuri, dan kembangkan potensi yang sudah ada di dalam diri kita. Jangan pengen seperti orang lain.
Untuk menonton versi animasi dongeng fabel kisah Pipit Pengen jadi Merak ini, ayah bunda dan adik-adik hebat bisa menontonnya di link ini.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







