AKURAT.CO Dalam mengasuh anak dengan down syndrome adalah perjalanan yang membutuhkan kesabaran, cinta, dan pemahaman yang mendalam.
Dengan pendekatan yang tepat dan sikap yang terbuka, anak dengan down syndrome dapat tumbuh dengan bahagia dan berpotensi tinggi.
Adapun beberapa sikap yang tanpa disadari justru bisa menghambat perkembangan anak.
Menurut Down Syndrome Resource Foundation, orang tua perlu berhati-hati dalam bersikap terhadap anak dengan down syndrome.
Banyak orang tua baru yang merasa takut, bingung, bahkan cemas menghadapi kondisi anaknya.
Emosi tersebut wajar, namun tidak boleh dibiarkan menutup peluang anak untuk berkembang.
Setiap anak memiliki keunikan dan potensi masing-masing, dan tugas orang tua adalah membantu mereka menemukan serta mengasah potensi itu.
5 pantangan yang harus dihindari orang tua saat menghadapi anak down syndrome
1. Mengabaikan atau menekan emosi negatif
Orang tua sering kali merasa harus selalu kuat dan positif, padahal menekan emosi justru bisa menimbulkan stres berkepanjangan.
Perasaan sedih, takut, dan marah adalah hal yang wajar dialami.
Dengan mengakui emosi secara jujur, orang tua dapat menghadapi kondisi anak dengan lebih sehat secara mental.
2. Membandingkan perkembangan anak dengan anak lain
Setiap anak memiliki tempo perkembangan yang berbeda, terutama anak dengan down syndrome. Membandingkan anak dengan anak lain hanya akan membuat tekanan emosional bagi orang tua dan anak. Orang tua sebaiknya fokus pada kemajuan kecil yang dicapai anaknya sendiri, karena setiap langkah merupakan keberhasilan yang berarti.
3. Melihat anak hanya dari sisi kondisinya, bukan sebagai individu
Label “anak dengan down syndrome” tidak boleh menutupi keunikan dan kepribadian anak. Anak harus diperlakukan sebagai individu yang utuh, bukan hanya diagnosis yang disandangnya.
Orang tua diharapkan menumbuhkan rasa percaya diri anak dan melihat kelebihan yang dimilikinya.
4. Menunda mencari dukungan atau merasa harus menghadapi semuanya sendiri
Banyak orang tua merasa malu atau takut untuk mencari dukungan. Namun nyatanya, berbagi pengalaman dengan sesama orang tua dapat membantu mengurangi stres dan memberikan wawasan baru.
Dukungan sosial sangat penting agar orang tua tidak merasa sendirian dalam menghadapi tantangan pengasuhan.
5. Mengabaikan stimulasi dan pemeriksaan kesehatan secara rutin
Anak dengan down syndrome membutuhkan intervensi dan stimulasi sejak dini untuk mendukung perkembangannya.
Mengabaikan terapi atau pemeriksaan berkala bisa menyebabkan anak kehilangan momentum penting dalam tumbuh kembangnya.
Orang tua perlu menjauhkan diri dari kebiasaan yang justru bisa membatasi perkembangan anak.
Dengan menghindari 5 pantangan di atas dan terus belajar memahami kondisi anak, keluarga dapat menciptakan lingkungan yang penuh kasih, suportif, dan mendorong anak untuk tumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)