Mengapa Anak Kecil Sering Menangis Tanpa Sebab? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya
Ratu Tiara | 3 November 2025, 16:57 WIB

AKURAT.CO Menangis merupakan bahasa pertama yang dimiliki anak untuk mengekspresikan emosi dan kebutuhannya.
Tetapi masih banyak orang tua dibuat bingung ketika si kecil menangis tanpa sebab yang jelas.
Tidak jarang tangisan datang secara tiba-tiba di tengah bermain, makan, atau bahkan saat suasana hati anak tampak baik-baik saja. Kondisi ini sering dianggap sebagai “rewel tanpa alasan” nyatanya tangisan tersebut bisa menjadi tanda bahwa anak sedang merasakan sesuatu yang belum bisa mereka ungkapkan dengan kata-kata.
Dilansir dari Parents, anak kecil yang sering menangis tanpa sebab bisa jadi memiliki tingkat kepekaan emosional yang tinggi atau dikenal dengan istilah highly sensitive child. Anak dengan karakter ini cenderung merespons rangsangan seperti suara keras, cahaya terang, atau situasi sosial yang ramai dengan lebih intens dibanding anak lain.
Mereka lebih mudah merasa kewalahan ketika mengalami perubahan rutinitas atau tekanan emosional.
Tangisan pada anak usia balita juga dapat muncul karena kelelahan, lapar, tumbuh gigi, atau bahkan ketidaknyamanan kecil yang sulit dijelaskan.
Menangis adalah cara alami anak untuk meminta bantuan, menenangkan diri, atau menyalurkan emosi yang belum mampu mereka kendalikan sepenuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa tangisan bukan sekadar tanda “manja,” melainkan bentuk komunikasi penting antara anak dan orang tua.
Setelah memahami penyebabnya, orang tua dapat membantu anak melalui pendekatan yang lebih tenang dan empatik.
Berikut beberapa cara yang direkomendasikan untuk mengatasi anak kecil yang sering menangis tanpa sebab.
Cara Mengatasi Anak Kecil Sering Menangis Tanpa Sebab
1. Periksa kebutuhan dasar anak terlebih dahulu
Pastikan anak tidak merasa lapar, lelah, popoknya basah, atau sedang tumbuh gigi. Kondisi fisik seperti ini sering menjadi penyebab utama tangisan tanpa sebab yang terlihat.
Anak yang mengalami gangguan kenyamanan tubuh cenderung mengekspresikan rasa tidak enaknya melalui tangisan karena belum mampu menjelaskan secara verbal.
2. Tenangkan diri dan hadir secara emosional
Saat anak menangis, hal terbaik yang bisa dilakukan orang tua adalah tetap tenang.
Ambil napas dalam, duduk bersama anak, dan menunjukkan empati dapat membantu menenangkan emosinya lebih cepat.
Kehadiran emosional orang tua membantu anak merasa aman dan didengar.
3. Bantu anak mengenali dan menamai emosinya
Anak akan lebih mudah mengontrol perasaan bila mereka tahu apa yang sedang dirasakan.
Orang tua dapat membantu dengan memberi nama pada emosi anak seperti “Kamu marah karena mainannya diambil, ya?”
Dengan begitu si anak belajar bahwa perasaan itu normal dan bisa diungkapkan dengan kata-kata, bukan hanya tangisan.
4. Alihkan perhatian dengan cara yang lembut
Anak yang sensitif sering kali tenang saat diberikan distraksi ringan seperti menggambar, bermain balok, atau menghitung benda di sekitarnya.
Distraksi membantu anak memfokuskan diri pada hal positif dan menjauhkan dari sumber ketidaknyamanan emosional.
5. Ciptakan lingkungan yang lebih tenang dan nyaman
Lingkungan yang terlalu ramai, bising, atau terang dapat memicu stres bagi anak sensitif.
Orang tua sebaiknya menciptakan suasana rumah yang tenang, dengan jadwal teratur dan ruang yang nyaman agar anak bisa beristirahat dan bermain tanpa gangguan berlebihan.
6. Perhatikan kondisi emosional orang tua
Menangani anak yang sering menangis memang bisa melelahkan.
Orang tua sebaiknya memberi waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat atau meminta bantuan pasangan atau keluarga ketika merasa stres.
Anak dapat merasakan emosi orang tuanya, sehingga ketenangan orang tua akan berpengaruh langsung pada emosi anak.
7. Konsultasikan dengan profesional bila tangisan berlangsung lama
Jika anak terus menangis dalam jangka panjang, sering disertai gejala fisik, atau tampak mengalami kesulitan berinteraksi, segera konsultasikan dengan dokter anak atau psikolog. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan atau perkembangan yang mendasarinya.
Menangis tanpa sebab pada anak kecil sebenarnya adalah bagian alami dari proses tumbuh kembang mereka.
Pahami penyebab di balik tangisan dan terapkan cara-cara di atas agar orang tua dapat menumbuhkan kedekatan emosional yang lebih kuat dengan anak.
Setiap tangisan adalah pesan. Tugas orang tua bukan untuk menghentikannya secepat mungkin, tetapi untuk mendengarkan dan memahami apa yang ingin disampaikan si kecil.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









