Akurat

Si Kecil Sering Menangis? Begini Cara Membentuk Mental Tangguh Tanpa Hilangkan Empatinya

Yusuf | 18 September 2025, 22:49 WIB
Si Kecil Sering Menangis? Begini Cara Membentuk Mental Tangguh Tanpa Hilangkan Empatinya

AKURAT.CO Banyak orang tua memberi label cengeng pada anak yang sering menangis. Padahal, kondisi ini biasanya terjadi karena Si Kecil memiliki perasaan yang lebih sensitif dibandingkan teman sebayanya.

Anak dengan karakter sensitif justru memiliki kelebihan, seperti empati tinggi dan kepedulian terhadap orang lain.

Namun, jika tangisan muncul terlalu sering, orang tua bisa merasa bingung bahkan khawatir. Karena itu, penting membantu Si Kecil agar lebih tangguh secara emosional tanpa menghilangkan sisi sensitifnya.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Berikan Dukungan Emosional dan Validasi Perasaan

Anak butuh merasa dimengerti. Dengarkan dengan penuh perhatian saat mereka bercerita atau menangis, lalu validasi dengan kalimat sederhana, misalnya: “Mama/Papa paham kamu sedang sedih.”

Cara ini membuat anak merasa dihargai sekaligus belajar menerima emosinya dengan lebih sehat.

2. Ajarkan Cara Mengelola Emosi dan Menyelesaikan Masalah

Bimbing anak mengenali setiap perasaan yang muncul—marah, kecewa, atau takut—dan ajarkan cara mengekspresikannya dengan tepat, bukan hanya lewat tangisan.

Latih mereka mencari solusi ketika menghadapi kesulitan agar terbiasa menyelesaikan masalah dengan tenang.

Baca Juga: Putusan Praperadilan Muflihun Janggal, Polda Riau Tetap Lanjutkan Penyidikan Dugaan Korupsi SPPD Fiktif

3. Dorong Kemandirian dan Keberanian

Anak yang mandiri cenderung lebih percaya diri. Berikan kesempatan untuk mencoba hal-hal sederhana, seperti memilih pakaian, merapikan mainan, atau mengikat sepatu sendiri.

Bila gagal, dorong untuk mencoba lagi sambil menekankan bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

4. Jadi Teladan yang Baik

Ingat, anak adalah peniru ulung. Orang tua perlu menunjukkan cara mengendalikan emosi, berbicara dengan tenang, dan bersikap positif dalam menghadapi masalah.

Dengan contoh nyata, anak akan belajar meniru cara penyelesaian yang lebih bijak.

5. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung

Lingkungan yang sehat membuat anak lebih kuat secara mental. Pastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi—makan bergizi, tidur cukup, dan aktif bergerak.

Jangan lupa berikan apresiasi ketika mereka berusaha lebih mandiri. Pujian kecil bisa sangat berpengaruh pada rasa percaya diri anak.

Membimbing anak agar tidak mudah cengeng bukan berarti melarang mereka menangis. Justru orang tua perlu mengajarkan cara mengelola emosi dengan lebih sehat.

Dengan pola asuh yang tepat, Si Kecil tetap bisa tumbuh sebagai pribadi yang sensitif, penuh empati, sekaligus tangguh menghadapi tantangan hidup.

Baca Juga: Gubernur Herman Deru Tegaskan Reformasi KDEKS untuk Perkuat Ekonomi Syariah Sumsel

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
Herry Supriyatna