Veronica Tan: Tantangan Didik Anak Kini Lebih Berat di Tengah Gempuran Dunia Digital

AKURAT.CO Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menilai, tantangan membesarkan anak di era digital semakin kompleks.
Pendidikan moral yang dulu diperoleh dari rumah, sekolah, dan lingkungan, kini banyak dicari anak melalui internet.
“Dulu, pendidikan moral kita dibentuk dari rumah, sekolah, dan lingkungan. Sekarang, anak-anak lebih banyak terpapar media. Saat tidak mendapat jawaban dari orang tua, mereka akan beralih ke gadget, googling. Anak-anak sekarang kritis, dan kita sebagai orang tua harus mampu menjawab, bukan hanya menekan,” ujarnya, Minggu (10/8/2025).
Menurut Veronica, perlindungan anak dan keluarga menjadi kunci dalam menjamin hak-hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman dan sejahtera.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara orang tua dan anak, penguatan ketahanan mental remaja, serta dukungan ekonomi keluarga.
“Banyak persoalan perempuan, anak, dan keluarga berakar dari persoalan ekonomi. Ketika perempuan tidak memiliki akses sumber daya ekonomi, mereka rentan terhadap tekanan sosial, kekerasan, hingga pernikahan usia anak,” jelasnya.
Baca Juga: Puan Maharani Harap Pelantikan Pimpinan Baru TNI Perkuat Soliditas dan Profesionalisme
Veronica menegaskan, kemandirian ekonomi perempuan tidak hanya membantu perekonomian keluarga, tetapi juga memperkuat posisi mereka dalam mengambil keputusan penting.
Karena itu, pihaknya mendorong pemberdayaan berbasis komunitas melalui program Ruang Bersama Indonesia (RBI) dan Care Economy yang meliputi pendampingan finansial, pelatihan keterampilan, hingga sertifikasi profesi.
“Perempuan yang tadinya hanya dikenal sebagai ibu rumah tangga perlu disadarkan bahwa mereka bisa memiliki profesi. Kita ingin menciptakan jenjang karir berkelanjutan dan terstruktur bagi perempuan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia (Dukbangga) Isyana Bagus Oka menegaskan peran vital keluarga sebagai pondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Semua program pembangunan nasional harus dimulai dari keluarga. Nilai-nilai dan kebiasaan ditanamkan sejak rumah, termasuk pentingnya asupan gizi, bukan hanya bagi anak tapi juga ibu hamil,” katanya.
Isyana juga mengingatkan pentingnya kesiapan finansial, mental, dan emosional sebelum memutuskan memiliki anak.
“Menjadi orang tua adalah proses belajar seumur hidup. Tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua, maka kita harus belajar setiap hari, karena karakter setiap anak berbeda. Orang tua harus siap mendengar dan memahami,” ujarnya.
Kedua kementerian ini mengajak pemerintah pusat, daerah, swasta, masyarakat sipil, dan media untuk berkolaborasi memperkuat program prioritas nasional demi membangun ekosistem yang mendukung pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan ketahanan keluarga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9DPR Ajak Semua Pihak Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan







