Tips Membiasakan Anak Disiplin Tanpa Harus Membentak atau Mengancam

AKURAT.CO Mendisiplinkan anak merupakan tantangan bagi banyak orang tua.
Namun, pendekatan yang penuh kasih dan tanpa kekerasan kepada anak terbukti lebih efektif dalam jangka panjang.
Berikut adalah beberapa tips berdasarkan panduan dari UNICEF dan CDC untuk membantu orang tua mendisiplinkan anak tanpa membentak atau mengancam.
1. Tetapkan batasan yang jelas dan konsisten
Anak-anak membutuhkan batasan yang jelas untuk memahami perilaku yang diharapkan.
Sampaikan aturan dengan bahasa yang sederhana dan konsisten. Misalnya, daripada mengatakan "Jangan berlari!", katakan "Tolong berjalan pelan di dalam rumah."
2. Gunakan teknik time out dengan benar
Time out dapat menjadi alat yang efektif jika digunakan dengan benar.
Berikan peringatan terlebih dahulu dan jika perilaku tidak berubah, tempatkan anak di area time out tanpa interaksi selama durasi yang sesuai dengan usia mereka.
Pastikan anak tenang sebelum mengakhiri time out.
3. Berikan pujian untuk perilaku positif
Mengakui dan memuji perilaku baik anak dapat memperkuat kebiasaan positif.
Fokus pada usaha dan proses daripada hasil akhir.
Misalnya, "Saya bangga kamu mencoba menyelesaikan tugasmu sendiri."
4. Hindari reaksi emosional berlebihan
Menjaga ketenangan saat menghadapi perilaku buruk anak penting untuk memberikan contoh yang baik.
Ambil napas dalam-dalam dan beri diri waktu sejenak sebelum merespons situasi yang menantang.
5. Terapkan konsekuensi logis
Konsekuensi yang logis membantu anak memahami hubungan antara tindakan dan akibatnya.
Misalnya, jika anak tidak merapikan mainannya, mainan tersebut disimpan untuk sementara waktu.
Baca Juga: 25 Ucapan Selamat Idul Adha untuk Orang Tua dan Keluarga yang Jauh, Cocok untuk Anak Perantauan
6. Jadilah teladan yang baik
Anak-anak belajar dari perilaku orang tua mereka.
Tunjukkan sikap yang Anda harapkan dari mereka, seperti kesabaran, empati dan komunikasi yang baik.
7. Gunakan teknik mengabaikan untuk perilaku mencari perhatian
Beberapa perilaku negatif dilakukan anak untuk mencari perhatian.
Mengabaikan perilaku seperti merengek atau tantrum dapat mengurangi frekuensinya.
Pastikan untuk tetap memberikan perhatian saat anak menunjukkan perilaku positif.
Dengan menerapkan pendekatan disiplin yang positif dan konsisten, orang tua dapat membantu anak mengembangkan perilaku yang baik tanpa perlu membentak atau mengancam.
Penting untuk diingat bahwa setiap anak unik dan pendekatan yang berhasil untuk satu anak mungkin perlu disesuaikan untuk anak lain.
Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









