Akurat

Miris di Indonesia Belum Populer Istilah “It Takes a Village”

Annisa Fadhilah | 27 Mei 2025, 20:51 WIB
Miris di Indonesia Belum Populer Istilah “It Takes a Village”

AKURAT.CO Berbagai macam kasus kekerasan dan perlindungan anak yang semakin marak terjadi di Indonesia. Sayangnya, masih banyak yang belum menyadari bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak, bukan hanya semata-mata tanggung jawab besar dari orang tua maupun guru di sekolah saja tapi peran pemerintah, komunitas, tetangga dan anggota masyarakat lainnya.

Banyak dari kita yang masih beranggapan bahwa anak merupakan hasil dari beban tanggung jawab orang tua dan guru dan tidak melihat negara serta peran anggota masyarakat lainnya sebagai pihak yang juga berperan sangat vital pada perkembangan anak.

Baca Juga: Hillary Clinton Buka Suara Atas Penangkapan Julian Assange

Biar saya memperkenalkan Anda istilah “It takes a village.”

Pertama kali saya mengetahui mengenai istilah ini saat saya sedang membaca di perpustakaan di DPR RI, Senayan, dan saya mendapati buku karya mantan Ibu Negara Amerika Serikat, Hillary Clinton.

Kita semua mengetahui bahwa Hillary Clinton merupakan salah satu mantan ibu negara yang sama cerdasnya dengan suaminya, yakni Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, dan mereka merupakan salah satu contoh power couple tersukses yang bisa Anda ambil pelajaran kehidupan rumah tangganya.

Salah satu yang dari sejak muda Hillary fokuskan adalah mengenai masalah pertumbuhan anak dan bagaimana lingkungan di sekitar anak-anak tumbuh bisa mempengaruhi kualitas manusia itu ke depannya, bagaimana kualitas SDM sebuah negara ke depannya, semua itu sangat berpengaruh.

Untuk itu, jarang ada yang memperhatikan bahwa lingkungan tempat anak-anak tumbuh juga sama pentingnya dengan peran guru dan orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak.

Orang jarang melihat lingkungan sebagai peran sentral yang juga berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Lingkungan itu termasuk tetangga, institusi negara, lembaga negara, dan negara itu sendiri.

Negara juga memiliki tanggung jawab yang sama besarnya dengan orang tua dalam mengasuh anak dan membentuk pola pikir anak dan inilah yang jarang disadari banyak orang.

Bagaimana negara membangun infrastruktur di setiap daerah agar akses pendidikan menjadi jauh lebih mudah dilewati anak-anak. Masih banyak kita lihat anak-anak yang mesti melalui jalan yang terjal dan medan yang berat hanya untuk pergi ke sekolah, bahkan, bukan hanya hal-hal yang berkaitan langsung dengan kebutuhan anak, seperti layaknya pendidikan tapi juga hal-hal yang secara tidak langsung mempengaruhi anak, contohnya seperti udara, kita perlu udara yang sehat yang tidak dipenuhi banyak polusi dan limbah produksi agar pernapasan buah hati kita bisa tumbuh dengan sehat untuk itu diperlukan regulasi kendaraan dan produksi limbah pabrik yang kesemuanya itu diatur oleh negara.

Baca Juga: Tak Saling Tegur Sapa, Donald Trump-Hillary Clinton Belum Akur?

Anda sebelumnya tidak begitu membayangkan bukan, bahwa peran negara sekecil apapun, begitu sangat vital pada pertumbuhan anak dan itulah yang dinamakan “It Takes a Village.”

Jika kita telaah, ada banyak sekali faktor di lingkungan sekitar kita, sekecil apapun itu, yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak, untuk itu diperlukan ketersinambungan dalam menciptakan kondisi dan lingkungan terbaik yang kondusif bagi pertumbuhan anak dan penciptaan generasi muda bangsa di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.