Akurat Logo

Bagaimana P4 pada Era Orde Baru Dilihat dari Segi Etika Pancasila? Simak 5 Sisi Positif dan Negatif Berikut

Sultan Tanjung | 25 Desember 2024, 05:10 WIB
Bagaimana P4 pada Era Orde Baru Dilihat dari Segi Etika Pancasila? Simak 5 Sisi Positif dan Negatif Berikut

AKURAT.CO Pada masa Orde Baru, pemerintah Indonesia memperkenalkan program Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) sebagai upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Program ini diwajibkan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat luas.

Artikel ini membahas bagaimana P4 pada era Orde Baru dilihat dari segi etika Pancasila, dengan merujuk pada berbagai sumber ilmiah dari dalam dan luar negeri.

Baca Juga: Bagaimana Pancasila Dapat Membantu Mengatasi Tantangan Individualisme dalam Konteks Masyarakat Indonesia?

Latar Belakang P4

P4 diperkenalkan pada tahun 1978 oleh Presiden Soeharto sebagai respons terhadap gejolak politik dan ideologi pasca-G30S.

Program ini bertujuan memperkuat pemahaman dan pengamalan Pancasila di masyarakat.

P4 diajarkan melalui berbagai media, seperti mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di sekolah dan penataran khusus bagi pegawai negeri.

Etika Pancasila dalam P4

Sisi Positif

  1. Meningkatkan Kesadaran Pancasila

    P4 membantu masyarakat memahami nilai-nilai Pancasila melalui sosialisasi masif, sehingga meningkatkan kesadaran akan arti penting Pancasila sebagai dasar negara.

  2. Menangkal Ideologi Lain

    Pada masa Orde Baru, P4 berfungsi sebagai benteng ideologis melawan ideologi yang dianggap bertentangan, seperti komunisme, guna menjaga stabilitas negara.

  3. Memperkuat Persatuan Nasional

    P4 dirancang untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila di tengah keragaman masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Pendidik untuk Memahami Bagaimana Suatu Mata Pelajaran Dapat Menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran

Sisi Negatif

  1. Indoktrinasi

    Program ini sering dianggap sebagai indoktrinasi daripada edukasi.

    Materi yang kaku dan penekanan pada kepatuhan terhadap pemerintah menimbulkan kekhawatiran akan pembentukan budaya monolitik dan represif.

  2. Pembatasan Diskusi Kritis

    P4 membatasi ruang diskusi kritis, yang sangat penting untuk perkembangan pemikiran demokratis.

    Hal ini mengakibatkan minimnya ruang untuk dialog dan interpretasi kreatif terhadap nilai-nilai Pancasila.

Implementasi dan Dampak

Implementasi P4 dilakukan secara masif dan terstruktur, mencakup pembelajaran sejarah Pancasila, makna setiap sila, dan penerapannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun, dampaknya tidak selalu positif. Meskipun berhasil meningkatkan pemahaman tentang Pancasila, program ini memicu kontroversi terkait metode pelaksanaannya, terutama yang cenderung bersifat dogmatis.

Baca Juga: Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Dinilai Selaras dengan Nilai Pancasila

Kesimpulan

P4 pada era Orde Baru memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Pancasila.

Namun, dari segi etika Pancasila, program ini menunjukkan sisi positif dan negatif.

Di satu sisi, P4 berhasil memperkuat penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila serta menangkal ideologi yang bertentangan.

Di sisi lain, program ini dikritik karena lebih bersifat indoktrinasi daripada edukasi, dan membatasi ruang diskusi kritis.

Ke depan, metode dan tujuan program serupa perlu dievaluasi agar lebih sesuai dengan prinsip demokrasi, kebebasan berpikir, dan pengembangan etika Pancasila yang adaptif dengan zaman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.