Akurat

Salah Besar Prinsip ‘Kakak Harus Ngalah dengan Adik’

Ratu Tiara | 4 Desember 2024, 22:04 WIB
Salah Besar Prinsip ‘Kakak Harus Ngalah dengan Adik’

AKURAT.CO Lalu bagaimana cara mengajarkan sikap adil pada anak? Mungkin hal ini menjadi pembahasan baru bagi Anda. Mari kita langsung saja ke intinya.

Contoh kasus, jika Anda memiliki dua anak, dengan usia yang berbeda lalu kemudian mereka bertengkar, siapakah yang akan Anda salahkan (mintai tanggung jawab)? Kebanyakan orang tua pasti akan menyalahkan anak yang lebih tua karena anggapan parenting zaman dulu yang menyebutkan ‘Kakak (yang lebih tua) harus bersedia mengalah demi adik (yang lebih muda).’ Jika prinsip ini terus-menerus diterapkan pada si kakak, maka di masa depan anak-anak tidak akan mampu melihat nilai keadilan yang sebenarnya, bahwa yang bersalahlah yang harusnya bertanggung jawab dan menerima konsekuensi dari apa yang telah dilakukannya terlepas dari apakah usianya jauh lebih muda ataupun lebih tua. Hal ini mengajarkan nilai keadilan pada anak, bahwa keadilan tidak ditentukan dari usia siapa yang lebih tua atau muda, keadilan terletak pada tanggung jawab seseorang akibat konsekuensi dari apapun yang telah dilakukannya.

Baca Juga: Bawaslu Harus Lebih Tegas dan Transparan Menjaga Keadilan Pemilu

Terlebih, akibat dari selalu membuat si kakak atau salah satu saudara harus mengalah ketimbang saudaranya yang lain bahkan jika dalam sebuah kasus si kakak tidak bersalah sekalipun, jauh di dalam hati kakak tentu dia akan merasa sakit hati, jika rasa sakit hati itu dipupuk, maka bisa tumbuh menjadi dendam di kemudian harinya.

Baca Juga: Lagu Keke Bukan Boneka Tembus 25 Juta Penonton, Ernest Prakasa: Yang Hujat Iri Hati

Mungkin sebagian anak akan mampu memendam perasaan sakit hati tersebut hingga saat dia tumbuh menjadi dewasa, namun ketika pada suatu masa dirinya mengalami trauma atau sebuah masalah atau menghadapi rasa sakit hati yang sama, bekas sakit hati masa kecil yang tidak hilang itu bisa saja memicunya untuk melakukan hal-hal yang negatif akibat dari orang tua yang menutup kesempatan pembelaan diri (keadilan) pada anak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.