Contoh Soal Studi Kasus PPG Dalam Jabatan 2024 dan Kunci Jawaban

AKURAT.CO Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan adalah salah satu upaya strategis pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kompetensi guru yang telah mengabdi di lapangan.
Dalam program ini, peserta akan melalui berbagai tahapan, termasuk Ujian Tulis Nasional (UTN) atau Uji Kompetensi Mahasiswa PPG (UKM-PPG).
Salah satu elemen yang sering menjadi tantangan adalah soal berbasis studi kasus, yang dirancang untuk mengukur kemampuan peserta dalam menyelesaikan masalah secara komprehensif dan aplikatif di dunia pendidikan.
Pada artikel ini, akan dibahas contoh soal studi kasus PPG Dalam Jabatan 2024, termasuk pendekatan menjawab soal tersebut, dan kunci jawabannya.
Informasi ini disusun berdasarkan panduan yang diakses dari situs resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia serta materi resmi panitia penyelenggara PPG.
Karakteristik Soal Studi Kasus PPG
Soal studi kasus dalam PPG bertujuan untuk mengukur kemampuan guru dalam menerapkan teori dan praktik pendidikan.
Soal ini biasanya menampilkan situasi nyata di kelas atau sekolah, di mana peserta diminta untuk:
- Menganalisis masalah – Mengidentifikasi isu utama yang terjadi dalam studi kasus.
- Mencari solusi yang relevan – Menggunakan pendekatan pedagogik, profesionalisme, dan pengetahuan konten untuk memberikan solusi.
- Membuat rencana aksi – Memberikan langkah konkret yang dapat diambil untuk menyelesaikan masalah.
Soal biasanya berkaitan dengan kompetensi pedagogik (seperti pengelolaan kelas), profesional (pemahaman terhadap kebutuhan peserta didik), hingga materi pelajaran (konten pembelajaran sesuai bidang guru).
Contoh Soal Studi Kasus PPG 2024
Soal:
Seorang guru kelas 5 SD menghadapi situasi di mana sebagian besar siswa di kelas tidak tertarik pada mata pelajaran Matematika.
Ketika guru mengajarkan konsep pecahan, banyak siswa terlihat bingung dan tidak aktif bertanya.
Bahkan, beberapa siswa mulai bercanda di kelas, sehingga mengganggu suasana pembelajaran. Guru telah mencoba menjelaskan materi menggunakan metode ceramah, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan.
Pertanyaan:
- Identifikasi masalah utama dalam studi kasus ini.
- Jelaskan pendekatan yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap konsep pecahan.
- Rancang langkah-langkah pembelajaran inovatif yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut.
Jawaban dan Pembahasan
-
Masalah Utama:
- Ketidakmampuan siswa memahami konsep pecahan.
- Rendahnya minat siswa terhadap mata pelajaran Matematika.
- Metode pengajaran yang kurang menarik dan tidak melibatkan siswa secara aktif.
-
Pendekatan Solusi:
Guru dapat menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dengan memanfaatkan alat peraga yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Misalnya, menggunakan benda nyata seperti pizza, kue, atau diagram visual untuk menjelaskan konsep pecahan. Guru juga dapat menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), di mana siswa bekerja sama untuk menyelesaikan tugas yang berhubungan dengan pecahan.
-
Langkah-Langkah Pembelajaran Inovatif:
a. Persiapan: Guru membawa alat peraga seperti pizza mainan, kertas lipat, atau benda lain yang dapat dibagi-bagi.
b. Pendekatan Visual: Guru menunjukkan bagaimana pecahan bekerja secara nyata, misalnya memotong pizza menjadi beberapa bagian.
c. Kegiatan Kolaboratif: Siswa dibagi dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas, seperti menghitung pecahan dari benda yang disediakan.
d. Refleksi: Guru meminta siswa untuk menceritakan pengalaman mereka dan memastikan bahwa semua siswa telah memahami konsep yang diajarkan.
e. Evaluasi: Menggunakan kuis interaktif atau permainan untuk mengukur pemahaman siswa.
Kunci Jawaban untuk Soal
-
Masalah utama:
- Siswa kesulitan memahami konsep pecahan.
- Rendahnya minat siswa terhadap Matematika.
- Metode ceramah yang kurang efektif.
-
Pendekatan solusi:
- Menggunakan pembelajaran kontekstual dan alat peraga.
- Menerapkan metode kolaboratif yang melibatkan siswa secara aktif.
-
Langkah-langkah pembelajaran:
- Persiapan alat peraga.
- Demonstrasi visual.
- Pembelajaran kelompok.
- Refleksi dan evaluasi interaktif.
Kesimpulan
Soal studi kasus dalam PPG Dalam Jabatan 2024 menguji kemampuan guru untuk berpikir kritis, kreatif, dan aplikatif dalam menyelesaikan masalah pendidikan.
Dengan memahami karakteristik soal, menggunakan pendekatan yang relevan, serta merancang langkah pembelajaran yang inovatif, guru dapat memberikan solusi yang efektif.
Artikel ini memberikan gambaran mengenai bagaimana cara menghadapi soal studi kasus secara terstruktur dan komprehensif.
Kompetensi yang diasah melalui soal studi kasus ini tidak hanya membantu peserta lulus ujian, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan untuk menghadapi tantangan nyata di dunia pendidikan.
Untuk mempersiapkan diri lebih baik, disarankan untuk terus mempelajari berbagai metode pembelajaran dan studi kasus yang relevan dengan bidang masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









