Akurat

Terlalu Banyak Screen Time Bisa Batasi Perkembangan Bahasa Anak

Annisa Fadhilah | 12 November 2024, 20:01 WIB
Terlalu Banyak Screen Time Bisa Batasi Perkembangan Bahasa Anak

AKURAT.CO Para peneliti mencatat bahwa terlalu banyak melakukan aktivitas screen time dapat membatasi kesempatan untuk melakukan aktivitas yang lebih interaktif yang mendorong perkembangan bahasa anak.

Baca Juga: Banyak Waktu ke Screen Time Bikin Gangguan Interaksi Sosial pada Anak

"Ke depannya, kami berharap para peneliti juga akan menyelidiki kemungkinan dampak kualitas waktu menonton layar terhadap perkembangan bahasa," kata Rosslund dalam rilis berita universitas.

Sebuah tim di Universitas Oslo bertanya kepada para orang tua dari 1.442 anak Norwegia berusia 1 dan 2 tahun tentang berapa banyak kata yang diucapkan atau dipahami oleh balita mereka. Para orang tua juga melaporkan seberapa sering mereka membacakan buku untuk anak-anak mereka dan berapa banyak waktu layar yang dihabiskan anak-anak setiap hari.

Hasilnya adalah anak-anak berusia 1 dan 2 tahun yang sering dibacakan buku memiliki kosakata yang lebih banyak daripada teman sebayanya, sementara ukuran kosakata menyusut seiring dengan meningkatnya waktu screen time di antara anak-anak berusia 2 tahun. Para peneliti tidak melihat adanya hubungan antara screen time dan kosakata anak-anak berusia 1 tahun.

Temuan tersebut baru-baru ini dipublikasikan dalam Journal of Child Language.

"Hasil ini menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas dan perkembangan bahasa sejak tahun-tahun awal kehidupan seorang anak dan mendukung rekomendasi umum untuk lebih banyak membaca dan mungkin mengurangi waktu menonton layar bagi anak-anak kecil," kata penulis pertama Audun Rosslund, seorang peneliti doktoral di Universitas Oslo di Norwegia.

Baca Juga: Humor Gus Dur: Beda Cak Nur dan Gus Dur dalam Membaca Buku

Mengenalkan buku kepada bayi akan membantu membangun kosakatanya lebih cepat, namun akan menjadi berbeda ketika anak justru diberikan gadget, demikian laporan para peneliti Norwegia.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.