Tuliskan Rumusan Pancasila Berdasarkan Sidang Panitia Sembilan

AKURAT.CO Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Rumusan Pancasila yang kita kenal saat ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai tokoh bangsa.
Salah satu momen penting dalam perumusan Pancasila adalah sidang Panitia Sembilan yang menghasilkan Piagam Jakarta.
Artikel ini akan membahas rumusan Pancasila berdasarkan sidang Panitia Sembilan, termasuk latar belakang dan maknanya, berdasarkan penjelasan dari berbagai jurnal ilmiah.
Baca Juga: Berikut yang Tidak Termasuk Prinsip Pembelajaran yang Berpihak pada Murid adalah?
-
Latar Belakang Sidang Panitia Sembilan
Panitia Sembilan dibentuk oleh Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada masa reses antara dua sidang utama BPUPKI, yaitu pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 dan 10 hingga 17 Juli 1945.
Panitia ini dibentuk karena belum tercapainya kesepakatan mengenai dasar negara Indonesia pada sidang pertama BPUPKI.
Panitia Sembilan terdiri dari sembilan tokoh penting, yaitu Soekarno, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, AA Maramis, Achmad Soebardjo, Agus Salim, KH Abdul Wahid Hasyim, Abdul Kahar Muzakkir, dan Abikoesno Tjokrosoejoso.
-
Rumusan Pancasila dalam Piagam Jakarta
Hasil kerja Panitia Sembilan berupa dokumen yang dikenal sebagai Piagam Jakarta atau Jakarta Charter, yang disahkan pada 22 Juni 1945.
Piagam Jakarta berisi rumusan dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila, yaitu:
- Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
- Kemanusiaan yang adil dan beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
-
Makna dan Kontroversi Rumusan Piagam Jakarta
- Makna Sila Pertama: Sila pertama dalam Piagam Jakarta, “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya,” menimbulkan kontroversi karena dianggap memihak salah satu golongan agama. Hal ini menimbulkan keberatan dari beberapa tokoh perwakilan Indonesia Timur yang mayoritas non-Muslim. Akhirnya, rumusan ini diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” untuk mencerminkan keberagaman agama di Indonesia.
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Sila kedua menekankan pentingnya keadilan dan peradaban dalam hubungan antar manusia. Ini mencerminkan nilai-nilai universal yang diakui oleh semua agama dan budaya.
- Persatuan Indonesia: Sila ketiga menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya.
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan-Perwakilan: Sila keempat menekankan pentingnya demokrasi dan musyawarah dalam pengambilan keputusan.
- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Sila kelima menekankan pentingnya keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kesimpulan
Rumusan Pancasila berdasarkan sidang Panitia Sembilan yang tertuang dalam Piagam Jakarta merupakan tonggak penting dalam sejarah perumusan dasar negara Indonesia.
Meskipun mengalami perubahan pada sila pertama untuk mencerminkan keberagaman agama di Indonesia, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tetap menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan memahami latar belakang dan makna dari setiap sila, kita dapat lebih menghargai dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







