Akurat

Lingkungan Miskin Sebabkan 80 Persen Lebih Tinggi Obesitas pada Anak

Ratu Tiara | 20 September 2024, 15:25 WIB
Lingkungan Miskin Sebabkan 80 Persen Lebih Tinggi Obesitas pada Anak

AKURAT.CO Penelitian juga menemukan bahwa orang yang tinggal di lingkungan paling miskin di AS memiliki risiko obesitas sekitar 80% lebih tinggi, kata para peneliti dalam catatan latar belakang.

“Temuan kami mendukung fokus pada investasi atau strategi untuk meningkatkan akses makanan sehat di awal kehidupan seseorang,” kata Aris dalam rilis berita Harvard.

Peneliti menemukan bahwa tinggal di lingkungan seperti itu selama kehamilan atau masa kanak-kanak awal dikaitkan dengan BMI anak yang lebih tinggi pada usia 5 dan 15 tahun.

Baca Juga: Peran MPASI dalam Membangun Fondasi Kesehatan dan Mencegah Obesitas Anak

Anak-anak tersebut juga memiliki peluang lebih dari 50% untuk mengalami obesitas pada usia 5, 10 dan 15 tahun, hasil penelitian menunjukkan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa tingkat obesitas anak terus meningkat, meskipun kerawanan pangan terus meningkat di antara anak-anak AS. 

Penelitian baru ini diterbitkan pada 16 September di jurnal JAMA Pediatrics.

 Anak-anak memiliki risiko obesitas lebih dari 50% lebih tinggi jika mereka tinggal di tempat yang tidak memiliki akses makanan segar dan sehat, menurut laporan para peneliti.

Hasil ini menunjukkan bahwa akses ke makanan sehat "mungkin menjadi faktor penting dalam mencegah perkembangan obesitas di kemudian hari di masa kanak-kanak dan remaja," kata peneliti utama Izzuddin Aris, asisten profesor kedokteran populasi di Harvard Pilgrim Health Care Institute.

Baca Juga: Dampak Sugar Rush pada Anak-anak, Salah Satunya Obesitas

Untuk studi ini, para peneliti memeriksa data dari lebih dari 28.000 anak-anak AS yang dikumpulkan sebagai bagian dari studi National Institutes of Health tentang kesehatan anak.

Tim tersebut menilai berapa banyak dari anak-anak ini yang tinggal di lingkungan dengan akses terbatas ke makanan sehat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.