Akurat

5 KSE Guru Penggerak Berikut Penjelasan dan Maknanya

Sultan Tanjung | 6 September 2024, 14:10 WIB
5 KSE Guru Penggerak Berikut Penjelasan dan Maknanya

AKURAT.CO Kompetensi Sosial Emosional (KSE) adalah aspek penting yang harus dimiliki oleh Calon Guru Penggerak (CGP).

KSE mencakup kemampuan yang diperlukan untuk mengelola emosi, membangun hubungan yang sehat, dan membuat keputusan yang bertanggung jawab.

Artikel ini akan membahas lima KSE yang harus dimiliki oleh Guru Penggerak, berdasarkan penjelasan dari jurnal ilmiah universitas di dalam negeri dan luar negeri.

Baca Juga: Refleksi Pembelajaran Sosial Emosional Topik 1 Modul 2 PPG

1. Kesadaran Diri 

Kesadaran diri adalah kemampuan untuk memahami perasaan, emosi, dan nilai-nilai diri sendiri, serta bagaimana hal-hal tersebut mempengaruhi perilaku dalam berbagai situasi.

Guru yang memiliki kesadaran diri yang baik dapat mengenali kekuatan dan kelemahan mereka, serta memahami bagaimana emosi mereka mempengaruhi interaksi dengan siswa dan rekan kerja.

Kesadaran diri membantu guru untuk tetap tenang dan terkendali dalam situasi yang menantang.

2. Manajemen Diri

Manajemen diri adalah kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku secara efektif dalam berbagai situasi.

Ini termasuk kemampuan untuk mengatur stres, mengendalikan impuls, dan tetap termotivasi untuk mencapai tujuan.

Guru yang memiliki manajemen diri yang baik dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung, serta memberikan contoh yang baik bagi siswa.

3. Kesadaran Sosial 

Kesadaran sosial adalah kemampuan untuk memahami sudut pandang dan berempati dengan orang lain, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang, budaya, dan konteks yang berbeda.

Guru yang memiliki kesadaran sosial yang baik dapat membangun hubungan yang positif dengan siswa, orang tua, dan rekan kerja.

Kesadaran sosial juga membantu guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan menghargai keberagaman.

4. Keterampilan Berelasi 

Keterampilan berelasi adalah kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang sehat dan suportif.

Ini termasuk kemampuan untuk berkomunikasi dengan efektif, bekerja sama dalam tim, dan menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif.

Guru yang memiliki keterampilan berelasi yang baik dapat menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan mendukung perkembangan sosial dan emosional siswa.

5. Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab 

Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab adalah kemampuan untuk membuat pilihan yang berdasarkan pada standar etis, keselamatan, dan kesejahteraan diri sendiri dan orang lain.

Guru yang memiliki kemampuan ini dapat mengevaluasi manfaat dan konsekuensi dari berbagai tindakan, serta membuat keputusan yang mendukung kesejahteraan psikologis dan sosial siswa.

Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab membantu guru untuk menjadi teladan yang baik bagi siswa.

Implementasi Kompetensi Sosial dan Emosional

Pengajaran KSE secara eksplisit dan integrasi KSE dalam praktek mengajar dan kurikulum akademik adalah dua pendekatan utama untuk mengembangkan kompetensi sosial emosional di sekolah.

Pengajaran KSE secara eksplisit memberikan kesempatan bagi siswa untuk menumbuhkan, melatih, dan merefleksikan kompetensi sosial dan emosional mereka.

Integrasi KSE dalam praktek mengajar dan kurikulum akademik memastikan bahwa tujuan KSE tercapai dalam berbagai konteks pembelajaran.

Kesimpulan

Lima Kompetensi Sosial Emosional (KSE) yang harus dimiliki oleh Guru Penggerak meliputi kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Kompetensi-kompetensi ini membantu guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, mendukung perkembangan sosial dan emosional siswa, serta menjadi teladan yang baik.

Dengan mengembangkan dan mengimplementasikan KSE, Guru Penggerak dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam dunia pendidikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.