Akurat

Bagaimana Siklus Hidup yang Terjadi pada Manusia?

Sultan Tanjung | 26 Agustus 2024, 14:00 WIB
Bagaimana Siklus Hidup yang Terjadi pada Manusia?

AKURAT.CO Siklus hidup manusia adalah rangkaian tahapan yang dilalui oleh setiap individu dari lahir hingga meninggal dunia.

Setiap tahap dalam siklus hidup ini memiliki karakteristik dan perkembangan yang unik, baik dari segi fisik, mental, maupun sosial.

Artikel ini akan membahas tahapan-tahapan dalam siklus hidup manusia berdasarkan penjelasan dari jurnal ilmiah universitas di dalam negeri dan luar negeri.

1. Tahap Prenatal 

Tahap prenatal adalah tahap pertama dalam siklus hidup manusia yang dimulai dari pembuahan hingga kelahiran. 

Menurut jurnal dari Universitas Indonesia, tahap ini melibatkan perkembangan embrio dan janin di dalam rahim ibu selama kurang lebih sembilan bulan.

Pada tahap ini, terjadi pembentukan organ-organ vital dan sistem tubuh yang akan mendukung kehidupan setelah lahir.

2. Tahap Bayi (Infancy) 

Tahap bayi berlangsung dari kelahiran hingga usia sekitar dua tahun. 

Penelitian dari Universitas Harvard menunjukkan bahwa pada tahap ini, bayi mengalami pertumbuhan fisik yang pesat dan perkembangan kognitif yang signifikan.

Bayi mulai belajar mengenali lingkungan sekitarnya, merespons rangsangan, dan mengembangkan keterampilan motorik dasar seperti merangkak dan berjalan.

3. Tahap Kanak-Kanak Awal (Early Childhood) 

Tahap ini berlangsung dari usia dua hingga enam tahun. Pada tahap ini, anak-anak mulai mengembangkan keterampilan bahasa, sosial, dan emosional. 

Jurnal dari Universitas Gadjah Mada mengungkapkan bahwa interaksi dengan orang tua dan lingkungan sangat penting dalam membentuk kepribadian dan kemampuan sosial anak.

4. Tahap Kanak-Kanak Tengah dan Akhir (Middle and Late Childhood) 

Tahap ini mencakup usia enam hingga dua belas tahun. Anak-anak mulai memasuki dunia sekolah dan belajar keterampilan akademik serta sosial yang lebih kompleks. 

Penelitian dari Universitas Oxford menunjukkan bahwa pada tahap ini, anak-anak mulai mengembangkan rasa tanggung jawab dan kemandirian.

5. Tahap Remaja (Adolescence) 

Tahap remaja berlangsung dari usia dua belas hingga delapan belas tahun. Pada tahap ini, terjadi perubahan fisik yang signifikan akibat pubertas, serta perkembangan identitas diri dan kemandirian. 

Menurut jurnal dari Universitas Indonesia, remaja juga mulai mengeksplorasi minat dan bakat mereka serta membentuk hubungan sosial yang lebih kompleks.

6. Tahap Dewasa Awal (Early Adulthood) 

Tahap dewasa awal berlangsung dari usia delapan belas hingga sekitar empat puluh tahun.

Pada tahap ini, individu mulai membangun karier, membentuk keluarga, dan menetapkan tujuan hidup jangka panjang. 

Penelitian dari Universitas Harvard menunjukkan bahwa tahap ini ditandai dengan pencapaian stabilitas emosional dan finansial.

7. Tahap Dewasa Tengah (Middle Adulthood) 

Tahap dewasa tengah berlangsung dari usia empat puluh hingga enam puluh lima tahun. Pada tahap ini, individu sering kali mencapai puncak karier mereka dan mulai mempersiapkan diri untuk masa pensiun. 

Jurnal dari Universitas Gadjah Mada mengungkapkan bahwa pada tahap ini, individu juga mulai menghadapi tantangan kesehatan dan perubahan fisik yang berkaitan dengan penuaan.

8. Tahap Dewasa Akhir (Late Adulthood) 

Tahap dewasa akhir berlangsung dari usia enam puluh lima tahun ke atas. Pada tahap ini, individu mengalami penurunan fisik dan kognitif, serta menghadapi tantangan kesehatan yang lebih besar. 

Penelitian dari Universitas Oxford menunjukkan bahwa dukungan sosial dan aktivitas fisik yang teratur dapat membantu menjaga kualitas hidup pada tahap ini.

Kesimpulan

Siklus hidup manusia terdiri dari beberapa tahapan yang masing-masing memiliki karakteristik dan perkembangan yang unik.

Dari tahap prenatal hingga dewasa akhir, setiap tahap memberikan kontribusi penting dalam membentuk individu yang sehat dan sejahtera.

Memahami tahapan-tahapan ini dapat membantu kita untuk lebih menghargai proses kehidupan dan memberikan dukungan yang tepat pada setiap tahap perkembangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.