Akurat

Bagaimana Mekanisme Daur Sulfur Atau Belerang?

Sultan Tanjung | 7 Agustus 2024, 11:10 WIB
Bagaimana Mekanisme Daur Sulfur Atau Belerang?

AKURAT.CO Daur sulfur atau belerang adalah salah satu siklus biogeokimia penting yang mengatur pergerakan sulfur melalui berbagai kompartemen lingkungan, termasuk atmosfer, tanah, air, dan organisme hidup.

Sulfur adalah unsur esensial yang ditemukan dalam protein dan senyawa organik lainnya.

Artikel ini akan membahas mekanisme daur sulfur secara komprehensif, berdasarkan penjelasan dari berbagai jurnal ilmiah.

1. Pelepasan Sulfur ke Lingkungan: 

Sulfur dilepaskan ke lingkungan melalui beberapa sumber alami dan antropogenik.

Sumber alami termasuk pelapukan batuan yang mengandung sulfur, aktivitas vulkanik, dan dekomposisi bahan organik. 

Sumber antropogenik utama adalah pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara dan minyak bumi.

2. Transformasi Sulfur di Atmosfer: 

Setelah dilepaskan ke atmosfer, sulfur dalam bentuk gas seperti sulfur dioksida (SO2) mengalami oksidasi dan berubah menjadi sulfat (SO4). 

Proses ini sering terjadi melalui reaksi kimia dengan oksigen dan air di atmosfer, menghasilkan asam sulfat (H2SO4) yang kemudian dapat turun ke permukaan bumi bersama hujan, dikenal sebagai hujan asam.

3. Penyerapan oleh Tanaman dan Mikroba: 

Sulfat yang turun ke tanah diserap oleh tanaman dan mikroba. Tanaman menggunakan sulfat untuk mensintesis asam amino dan protein yang mengandung sulfur. 

Mikroba juga memainkan peran penting dalam mengubah sulfur menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh organisme lain.

4. Pergerakan Melalui Rantai Makanan: 

Sulfur yang telah diserap oleh tanaman kemudian masuk ke dalam rantai makanan ketika tanaman tersebut dimakan oleh hewan.

Dalam tubuh hewan, sulfur digunakan untuk membentuk protein dan senyawa organik lainnya. 

Ketika hewan mati, sulfur dalam tubuh mereka dilepaskan kembali ke lingkungan melalui proses dekomposisi.

5. Pengembalian ke Lingkungan: 

Proses dekomposisi oleh mikroorganisme mengembalikan sulfur ke lingkungan dalam bentuk hidrogen sulfida (H2S) atau sulfat.

Hidrogen sulfida dapat kembali ke atmosfer dan mengalami oksidasi, melanjutkan siklus sulfur.

Selain itu, sulfur juga dapat terakumulasi dalam sedimen dan batuan, yang kemudian dapat dilepaskan kembali melalui pelapukan.

Kesimpulan

Daur sulfur adalah proses kompleks yang melibatkan berbagai tahapan dan kompartemen lingkungan.

Sulfur dilepaskan ke atmosfer melalui pelapukan batuan, aktivitas vulkanik, dan pembakaran bahan bakar fosil.

Setelah mengalami transformasi di atmosfer, sulfur diserap oleh tanaman dan mikroba, kemudian bergerak melalui rantai makanan.

Proses dekomposisi mengembalikan sulfur ke lingkungan, melanjutkan siklus ini.

Pemahaman tentang daur sulfur penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mengelola dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.