Apa Langkah Pertama dalam Prosedur Pemeriksaan SPECT/CT?

AKURAT.CO Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT) dan Computed Tomography (CT) adalah teknologi pencitraan medis yang penting dalam diagnosis berbagai penyakit.
SPECT/CT menggabungkan kemampuan pencitraan fungsional dari SPECT dengan pencitraan anatomi dari CT, memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kondisi pasien.
Artikel ini akan mengulas langkah pertama dalam prosedur pemeriksaan SPECT/CT, berdasarkan penjelasan dari berbagai jurnal ilmiah dan sumber terpercaya yaitu situs LinkSehat dari Kemenkes RI.
1. Persiapan Pasien
Langkah pertama dalam prosedur pemeriksaan SPECT/CT adalah persiapan pasien.
Persiapan ini melibatkan beberapa aspek penting, antara lain:
- Informasi dan Konsultasi: Pasien akan diberikan informasi lengkap mengenai prosedur yang akan dijalani, termasuk tujuan pemeriksaan, proses yang akan dilakukan, dan potensi risiko yang mungkin terjadi. Konsultasi ini penting untuk memastikan pasien memahami dan merasa nyaman dengan prosedur yang akan dilakukan.
- Pemeriksaan Awal: Sebelum pemeriksaan, pasien akan menjalani pemeriksaan awal untuk memastikan kondisi kesehatan mereka memungkinkan untuk menjalani prosedur SPECT/CT. Ini termasuk pemeriksaan riwayat kesehatan, alergi, dan kondisi medis lainnya yang mungkin mempengaruhi hasil pemeriksaan.
- Puasa dan Penghentian Obat: Tergantung pada jenis pemeriksaan yang akan dilakukan, pasien mungkin diminta untuk berpuasa selama beberapa jam sebelum prosedur. Selain itu, pasien mungkin perlu menghentikan penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan.
2. Injeksi Radioisotop
Setelah persiapan pasien selesai, langkah berikutnya adalah injeksi radioisotop. Radioisotop adalah zat radioaktif yang akan digunakan untuk menghasilkan gambar fungsional dari organ atau jaringan yang diperiksa.
Proses ini melibatkan:
- Pemilihan Radioisotop: Radioisotop yang umum digunakan dalam SPECT adalah Technetium-99m (Tc-99m) karena memiliki waktu paruh yang relatif singkat dan emisi foton gamma yang ideal untuk pencitraan.
- Injeksi Radioisotop: Radioisotop disuntikkan ke dalam aliran darah pasien melalui pembuluh darah. Setelah disuntikkan, radioisotop akan beredar dalam darah dan terakumulasi di organ atau jaringan target sesuai dengan sifat biokimianya.
3. Distribusi Radioisotop
Setelah injeksi, radioisotop memerlukan waktu untuk terdistribusi dan terakumulasi di organ atau jaringan target.
Proses ini dapat memakan waktu beberapa menit hingga beberapa jam, tergantung pada jenis radioisotop dan organ yang diperiksa.
Selama periode ini, pasien mungkin diminta untuk beristirahat atau melakukan aktivitas ringan.
4. Pemindaian dengan Kamera Gamma dan CT
Setelah radioisotop terdistribusi dengan baik, pasien akan dipindahkan ke ruang pemindaian.
Proses pemindaian melibatkan:
- Pemindaian SPECT: Kamera gamma digunakan untuk mendeteksi foton gamma yang dipancarkan oleh radioisotop di dalam tubuh. Kamera ini berputar di sekitar tubuh pasien untuk menangkap sinyal dari berbagai sudut.
- Pemindaian CT: Setelah pemindaian SPECT selesai, pasien akan menjalani pemindaian CT untuk mendapatkan gambar anatomi yang detail. Gambar CT ini akan digabungkan dengan gambar SPECT untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif.
Kesimpulan
Langkah pertama dalam prosedur pemeriksaan SPECT/CT adalah persiapan pasien, yang melibatkan informasi dan konsultasi, pemeriksaan awal, serta puasa dan penghentian obat jika diperlukan.
Setelah persiapan selesai, radioisotop disuntikkan ke dalam aliran darah pasien dan didistribusikan ke organ atau jaringan target.
Proses pemindaian dengan kamera gamma dan CT kemudian dilakukan untuk menghasilkan gambar fungsional dan anatomi yang komprehensif.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, SPECT/CT dapat memberikan informasi diagnostik yang penting dan membantu dalam penanganan berbagai kondisi medis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









