Akurat Logo

Apa Saja Harapan-harapan yang Ingin Anda Lihat Berkembang Pada Murid-Murid Anda Setelah Mempelajari Modul Ini? Tugas CGP 1.4.a.3 Tema Budaya Positif

Sultan Tanjung | 31 Juli 2024, 14:20 WIB
Apa Saja Harapan-harapan yang Ingin Anda Lihat Berkembang Pada Murid-Murid Anda Setelah Mempelajari Modul Ini? Tugas CGP 1.4.a.3 Tema Budaya Positif

AKURAT.CO Modul 1.4 “Budaya Positif” dalam Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) bertujuan untuk membangun lingkungan belajar yang positif dan berpihak pada murid.

Modul ini mengajak para calon Guru Penggerak (CGP) untuk beralih dari perspektif “pengontrol” menjadi “fasilitator” dalam menciptakan iklim belajar yang kondusif.

Artikel ini akan mengulas harapan-harapan yang ingin dilihat berkembang pada murid setelah mempelajari modul ini, berdasarkan penjelasan dari berbagai jurnal ilmiah dan sumber terpercaya salah satunya dari laman youtube merdeka belajar kemdikbud.

1. Peningkatan Disiplin Positif 

Disiplin positif adalah pendekatan yang fokus pada memenuhi kebutuhan dasar murid dan mengembangkan keterampilan sosial-emosional mereka tanpa menggunakan hukuman atau penghargaan eksternal.

Harapannya, murid akan menunjukkan peningkatan dalam disiplin diri, mampu mengatur perilaku mereka sendiri, dan memahami konsekuensi dari tindakan mereka.

Contoh penerapan disiplin positif adalah dengan memberikan kesempatan kepada murid untuk memperbaiki kesalahan mereka melalui refleksi dan dialog konstruktif.

2. Pengembangan Keterampilan Sosial-Emosional 

Modul ini juga menekankan pentingnya keterampilan sosial-emosional, seperti empati, kerjasama, dan komunikasi efektif.

Harapannya, murid akan lebih mampu memahami perasaan dan perspektif orang lain, bekerja sama dalam tim, dan berkomunikasi dengan cara yang positif dan konstruktif.

Contoh penerapan keterampilan sosial-emosional adalah melalui kegiatan kelompok yang mendorong kolaborasi dan diskusi terbuka.

3. Peningkatan Motivasi Intrinsik 

Motivasi intrinsik adalah dorongan untuk melakukan sesuatu karena kesenangan atau kepuasan yang diperoleh dari aktivitas itu sendiri, bukan karena imbalan eksternal.

Harapannya, murid akan lebih termotivasi untuk belajar dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah karena mereka menemukan makna dan kepuasan dalam proses belajar itu sendiri.

Contoh penerapan motivasi intrinsik adalah dengan memberikan proyek-proyek yang relevan dengan minat dan bakat murid.

4. Pembentukan Keyakinan Kelas yang Positif 

Keyakinan kelas adalah nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang ingin ditumbuhkan dalam komunitas sekolah.

Harapannya, murid akan menginternalisasi nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh penerapan keyakinan kelas adalah dengan merumuskan dan menyepakati aturan kelas bersama-sama, yang kemudian dijadikan pedoman dalam berperilaku.

5. Peningkatan Kemandirian dan Tanggung Jawab 

Modul ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan tanggung jawab murid dalam proses belajar.

Harapannya, murid akan lebih mandiri dalam mengatur waktu belajar, menyelesaikan tugas, dan mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.

Contoh penerapan kemandirian dan tanggung jawab adalah dengan memberikan tugas-tugas yang menantang dan memberikan kebebasan kepada murid untuk menentukan cara penyelesaiannya.

Kesimpulan

Setelah mempelajari Modul 1.4 “Budaya Positif,” diharapkan murid akan menunjukkan peningkatan dalam disiplin positif, keterampilan sosial-emosional, motivasi intrinsik, keyakinan kelas yang positif, serta kemandirian dan tanggung jawab.

Dengan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan berpihak pada murid, kita dapat membantu mereka mencapai potensi terbaik mereka dan membentuk karakter yang kuat dan berintegritas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.