Anak yang Pindah Rumah Sebanyak 2 Kali Bakal Alami Depresi
AKURAT.CO Anak-anak yang pindah dua kali atau lebih pada usia tersebut memiliki kemungkinan 61% lebih besar untuk mengalami depresi.
Baca Juga: Stres Pada Orang Tua Bisa Bikin Remaja Depresi hingga Bunuh Diri?
Sebagai perbandingan, anak-anak yang tinggal di lingkungan miskin memiliki kemungkinan 10% lebih besar untuk mengalami depresi saat dewasa.
"Kami tahu ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang didiagnosis dengan penyakit mental," kata peneliti utama Clive Sabel, seorang profesor di University of Plymouth di Inggris. "Namun, ini adalah bukti pertama yang menunjukkan bahwa pindah ke lingkungan baru selama masa kanak-kanak termasuk di antaranya, dan kami yakin angka yang kami lihat bisa jadi hanya puncak gunung es."
"Selama tahun-tahun pembentukan tersebut, anak-anak membangun jaringan sosial mereka melalui sekolah, kelompok olahraga, atau kegiatan lainnya," kata Sabel dalam rilis berita universitas. "Setiap kali mereka harus beradaptasi dengan sesuatu yang baru, hal itu dapat mengganggu, jadi kami mungkin perlu menemukan cara baru untuk membantu orang mengatasi tantangan tersebut."
Baca Juga: Ruben Onsu Ungkap Alasan Utama Putuskan Pindah Rumah
Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa Anak-anak yang keluarganya sering pindah rumah memiliki risiko depresi yang jauh lebih tinggi di kemudian hari.
Peneliti menemukan bahwa anak-anak yang pindah satu kali antara usia 10 dan 15 tahun memiliki kemungkinan 41% lebih besar untuk didiagnosis depresi di masa dewasa, dibandingkan dengan mereka yang keluarganya tidak pindah rumah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









