Anak-anak yang Tinggal di Lingkungan Miskin, 10 Persen Bakal Alami Depresi

AKURAT.CO Anak-anak yang tinggal di lingkungan miskin memiliki kemungkinan 10% lebih besar untuk mengalami depresi saat dewasa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan rumah yang tenang selama masa kanak-kanak sangat penting untuk melindungi anak-anak dari masalah kesehatan mental di masa mendatang, termasuk di antaranya kebiasaan sering pindah rumah.
Baca Juga: Anak Usia 5-17 Tahun yang Mengidap Gangguan Kesehatan Mental Naik 22 Persen
"Kami tahu ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang didiagnosis dengan penyakit mental," kata peneliti utama Clive Sabel, seorang profesor di University of Plymouth di Inggris. "Namun, ini adalah bukti pertama yang menunjukkan bahwa pindah rumah ke lingkungan yang baru selama masa kanak-kanak termasuk di antaranya, dan kami yakin angka yang kami lihat bisa jadi hanya puncak gunung es."
"Selama tahun-tahun pembentukan tersebut, anak-anak membangun jaringan sosial mereka melalui sekolah, kelompok olahraga, atau kegiatan lainnya," kata Sabel dalam rilis berita universitas. "Setiap kali mereka harus beradaptasi dengan sesuatu yang baru, hal itu dapat mengganggu, jadi kami mungkin perlu menemukan cara baru untuk membantu orang mengatasi tantangan tersebut."
Baca Juga: Semangka Ternyata Bermanfaat Untuk Kesehatan Mental Dan Bisa Redakan Kecemasan, Bagaimana Caranya?
Untuk penelitian tersebut, para peneliti melacak hampir 1,1 juta orang yang lahir di Denmark antara tahun 1981 dan 2001, membandingkan perubahan alamat mereka saat masih muda dengan gangguan suasana hati atau masalah kesehatan mental berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









