Akurat

Studi: 1 dari 4 Orang Tua Kesulitan Menidurkan Anak Mereka

Annisa Fadhilah | 17 Juni 2024, 20:34 WIB
Studi: 1 dari 4 Orang Tua Kesulitan Menidurkan Anak Mereka

AKURAT.CO Berdasarkan sebuah survei terbaru, 1 dari 4 orang tua merasa kesulitan dalam menidurkan anak mereka.

Beberapa di antaranya terkait dengan kebersihan tidur yang buruk, namun ada juga yang disebabkan oleh kekhawatiran akan kegelapan yang dipendam oleh anak-anak, lapor para peneliti.

Baca Juga: Pelajaran Parenting Bukan saat Anak Lahir, tapi saat Perempuan Itu Masih Lajang

Para orang tua yang anak-anaknya kurang tidur cenderung tidak memiliki rutinitas sebelum tidur, lebih cenderung menonton video atau acara TV, dan lebih cenderung mendampingi anak mereka sampai mereka tertidur, kata para peneliti.

“Menetapkan rutinitas waktu tidur yang konsisten sangatlah penting,” kata Sarah Clark, dokter anak dan salah satu direktur Jajak Pendapat Nasional Rumah Sakit Anak C.S. Mott di Universitas Michigan Health.

“Ketika peralihan ke waktu tidur ini menjadi konflik di malam hari, beberapa orang tua mungkin akan terjebak dalam kebiasaan yang berhasil pada saat itu, namun bisa membuat mereka mengalami lebih banyak masalah tidur di kemudian hari,” kata Clark dalam rilis berita universitas.

Namun, hampir seperempat orang tua mengatakan anak mereka sering atau kadang-kadang terlambat tidur karena khawatir atau cemas.

Baca Juga: 5 Tips Parenting Ala Capres Ganjar Pranowo, Yang Bisa Ditiru

Lebih dari sepertiga orang tua mengatakan anak mereka cenderung terbangun dalam keadaan kesal atau menangis di malam hari. Lebih dari 40% mengatakan anak mereka pindah ke tempat tidur orang tuanya dan sekitar 30% mengatakan anak tersebut memaksa orang tuanya untuk tidur di kamar mereka.

“Banyak anak kecil mengalami tahap-tahap ketika mereka menjadi takut pada kegelapan atau khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk, sehingga menyebabkan mereka menunda waktu tidur atau menjadi tertekan karena orang tua meninggalkan kamar. Mimpi buruk atau terbangun di tengah malam juga bisa mengganggu tidur,” kata Clark.

“Meskipun ini adalah bagian normal dari perkembangan anak, hal ini dapat membuat frustasi ketika orang tua sendiri merasa lelah di penghujung hari,” kata Clark.

“Orang tua harus menemukan keseimbangan antara memberikan rasa tenang dan nyaman sambil menjaga batasan yang membantu memastikan semua orang, baik anak-anak maupun orang dewasa mendapatkan tidur yang cukup.”

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.