Bagaimana Proses Terbentuknya Meander Sungai? Simak 5 Tahap Berikut
Sultan Tanjung | 7 Mei 2024, 16:15 WIB

AKURAT.CO Meander adalah pola berkelok-kelok yang terbentuk pada sungai. Proses pembentukan meander melibatkan kombinasi antara erosi dan deposisi.
Mari kita jelajahi fase-fase terbentuknya meander sungai:
-
Tahap 1: Aliran Lurus dan Kecepatan Rendah:
- Pada tahap awal, aliran air sungai mengalir dengan arah lurus dan kecepatan rendah.
- Sedimen dan kerikil yang dibawa oleh aliran ini menggerus lapisan permukaan dasar sungai dan pinggiran sungai.
- Akibatnya, bantingan sedimen terbentuk di sisi kanan dan kiri sungai, menyebabkan alur sungai menjadi melebar.
-
Tahap 2: Erosi Tepian Sungai:
- Aliran sungai mulai mengerosi tepian sungai bagian luar.
- Di kelokan bagian dalam, endapan erosi disimpan sebagai point bar.
- Di tikungan luar, erosi sangat tajam ke bagian bawah dan sisi dinding sungai.
-
Tahap 3: Tebing Sungai dan Point Bar:
- Erosi terus terjadi di sepanjang tepi luar aliran sungai.
- Hal ini menciptakan tebing sungai atau river cliff.
- Di bagian dalam aliran sungai, terbentuk point bar dengan sedimen berupa pasir, kerikil, dan batu-batuan.
-
Tahap 4: Arus Helicoidal:
- Meander mulai terbentuk dengan proses yang dinamakan arus helicoidal.
- Aliran air membentuk kelokan-kelokan yang berputar secara spiral.
-
Tahap 5: Oxbow Lake (Danau Tapal Kuda):
- Erosi yang berkelanjutan menyebabkan aliran sungai berubah.
- Terbentuklah oxbow lake atau danau tapal kuda.
- Danau ini merupakan aliran sungai yang sudah mati karena perubahan arah aliran.
Proses meander sungai ini sangat penting dalam membentuk karakteristik sungai dan mempengaruhi ekosistem di sekitarnya.
Semoga artikel ini memberikan pemahaman lebih lanjut tentang meander sungai!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





