AKURAT.CO Orang tua biasanya memaksakan karir anak dan di mana anak harus bersekolah tanpa terlebih dahulu mengamati apa minat, bakat dan kemampuan anak. Misalnya, anak harus jadi dokter karena itu sudah tradisi turun temurun keluarga, atau anak dipaksa untuk menjadi bidan supaya bisa menikah dengan tentara, eh.... hihihi...padahal Moms, sebenarnya anak tidak berminat untuk menjadi dokter atau bidan tapi kita memaksanya.
Atau biasanya orang tua akan memaksa anak untuk menjadi pilot karena sebenarnya itu cita-cita dari orang tuanya di masa silam yang tidak kesampaian lalu dendam itu disalurkannyalah pada anaknya, karena kita dulu tidak sempat merasakan profesi atau mencapai cita-cita tersebut, padahal mungkin anak Anda lebih berminat menjadi atlet sepak bola atau musisi.
Baca Juga: Tips Temukan dan Kembangkan Bakat Anak Ala Christian Sugiono
Padahal, yang paling penting adalah ketika anak merasa bahagia ketika harus melakoni apa yang dia cintai.
Cinta menimbulkan desire untuk melakukan hal-hal yang lebih dan lebih lagi, sehingga justru kecenderungan anak dapat berhasil di bidang yang dia cintai presentasenya akan lebih besar, karena ada keinginanya untuk selalu mengeksplorasi apa yang dia sukai itu, ketimbang orang tua memaksa agar anak menjalani bidang tertentu yang dipandang orang tua, bidang tersebut adalah yang paling terbaik.
Orang tua yang memaksa anak untuk melakoni bidang tertentu, tanpa melihat apa yang diminatinya juga disebabkan karena faktor orang tua yang malas dalam mengamati dan mengeksplorasi bakat anak. Hal tersebut juga bisa disebabkan karena maslah sosio-ekonomi yang mendera orang tua.
Orang tua yang masih pusing dan terlampau sibuk memikirkan masalah ekonomi keluarga biasanya tak sempat memerhatikan hal detail dari anak, ini tidak hanya terjadi pada kalangan ekonomi ke bawah, namun juga kalagan ekonomi ke atas yang terlampau fokus hanya pada pemenuhan materi keluarga.
Baca Juga: 67 Persen Ekonomi Keluarga Indonesia Terdampak Covid-19, Ini Solusi dari Sandiaga Uno
Amati dan perhatikan bakat anak, dengan memerhatikan bakat dan kelebihan yang dimiliki anak, kita bisa mengarahkannya pada profesi masa depan yang kelak akan membuatnya berhasil. Ada banyak kelebihan jika anak bisa menggunakan keahliannya, salah satunya adalah, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri untuk tidak bergantung pada orang tuanya, pasangannya kelak dan bahkan dia tidak akan bergantung sepenuhnya pada tempat dia bekerja, hal tersebut disebabkan karena anak memahami kekuatannya dan dia bisa bertumpu pada kekuatannya itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini





