Bayi Rewel Tengah Malam? Ini yang Bisa Dilakukan Orang Tua

AKURAT.CO Anis Rehman, spesialis penyakit dalam dan konsultan Sleep Foundation mengungkapkan bahwa teror atau kepanikan saat tidur, berbeda dengan mimpi buruk. Sekitar 30% anak-anak diperkirakan mengalami teror malam, dan paling sering terjadi pada usia 3 hingga 7 tahun, dan biasanya hilang pada usia 10 tahun.
Pertama, kondisi ini biasanya terjadi pada awal siklus tidur, selama tidur non-REM (Rapid Eye Motion) yang biasanya merupakan fase terakhir dari tidur.
Dan tidak seperti mimpi buruk, anak-anak sering kali bertingkah, berteriak, atau menangis saat tertidur ketika mengalami mimpi tersebut. Berjalan dalam tidur sering kali bertepatan dengan teror malam.
Menurut para ahli, episode teror malam dapat berlangsung hingga 90 menit dalam beberapa kasus.
Baca Juga: Ada Tempat Tidur Bayi, Nagita Slavina Hamil?
Apa yang bisa dilakukan orang tua
Mimpi buruk atau teror malam yang terjadi, sesekali dapat menjadi hal yang menakutkan bagi anak-anak, namun ketakutan tersebut dapat hilang ketika orang tua dengan lembut meyakinkan anak bahwa semuanya baik-baik saja. Jelaskan pada anak Anda bahwa mimpi buruk itu tidak nyata, itu hanyalah pemikiran yang dibuat oleh otak yang sebenarnya tidak berbahaya.
Berhati-hatilah agar anak tidak terlalu mengandalkan kepastian Anda. Sebaliknya, dorong anak Anda untuk belajar menenangkan diri setelah terbangun dari mimpi buruk.
Untuk alasan yang sama, Rehman mengatakan, tidur bersama dengan anak Anda setelah mimpi buruk mungkin bukan ide bagus, karena hal itu justru membuat anak-anak bergantung pada tidur bersama bahkan malah meningkatkan frekuensi mimpi buruk.
Salah satu strategi yang terbukti ampuh misalnya dengan memerkenalkan anak Anda pada “pasangan tidur” seperti boneka atau boneka binatang.
Orang tua mungkin memberi tahu anak bahwa pasangan tidurnya ketakutan, mengharuskan anak untuk menenangkannya di malam hari, atau bahwa pasangan tidurnya mampu melindungi mereka. Kedua strategi intervensi tersebut, dapat meredakan ketakutan di malam hari dan meningkatkan kualitas tidur anak.
Baca Juga: Doa saat Anak Gampang Menangis dan Susah untuk Tidur
Jika orang tua mengetahui bahwa anaknya, mengalami ketakutan atau kemarahan sepanjang hari, bicarakan perasaan tersebut dengan mereka dalam suasana santai sebelum tidur. Menenangkan kecemasan, dapat membantu mencegah mimpi buruk.
Pernapasan dalam, relaksasi otot, dan teknik penanggulangan lainnya juga dapat membantu anak-anak tidur lebih nyenyak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








