Akurat

Cara Mengatasi Anak yang Memiliki Keterlambatan Perkembangan dalam Menerima Pelajaran

Sultan Tanjung | 5 Februari 2024, 08:00 WIB
Cara Mengatasi Anak yang Memiliki Keterlambatan Perkembangan dalam Menerima Pelajaran

AKURAT.CO Anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dalam menerima pelajaran adalah anak yang mengalami kesulitan dalam memahami, mengingat, atau menerapkan materi pelajaran yang diberikan oleh guru.  

Anak yang mengalami keterlambatan perkembangan dalam menerima pelajaran bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan belajar, gangguan perkembangan, gangguan emosional, atau kurangnya stimulasi.

Anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dalam menerima pelajaran membutuhkan perhatian dan bantuan khusus dari orang tua dan guru.

Orang tua dan guru harus bersabar, empatik, dan kreatif dalam membantu anak agar dapat belajar dengan optimal.

Baca Juga: Apa Saja Komponen Karakteristik Peserta Didik yang Harus Kita Ketahui sebagai Guru?

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua dan guru untuk mengatasi anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dalam menerima pelajaran:

  • Mengetahui penyebab keterlambatan perkembangan: Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui penyebab keterlambatan perkembangan yang dialami oleh anak. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan observasi, wawancara, atau tes psikologis kepada anak. Dengan mengetahui penyebab keterlambatan perkembangan, orang tua dan guru dapat menentukan strategi yang tepat untuk membantu anak.
  • Memberikan stimulasi yang sesuai: Langkah kedua yang harus dilakukan adalah memberikan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak. Stimulasi adalah rangsangan yang diberikan kepada anak untuk merangsang perkembangan otak dan keterampilan anak. Stimulasi yang sesuai dapat berupa aktivitas yang menyenangkan, bermanfaat, dan menantang bagi anak. Contoh stimulasi yang dapat diberikan adalah bermain, bernyanyi, membaca, menggambar, atau melakukan eksperimen.
  • Menyesuaikan metode dan media pembelajaran: Langkah ketiga yang harus dilakukan adalah menyesuaikan metode dan media pembelajaran yang digunakan untuk mengajar anak. Metode dan media pembelajaran adalah cara dan alat yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran kepada anak. Metode dan media pembelajaran yang digunakan harus sesuai dengan karakteristik dan gaya belajar anak. Contoh metode dan media pembelajaran yang dapat digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi, simulasi, permainan, video, gambar, atau musik.
  • Memberikan dukungan emosional dan akademik: Langkah keempat yang harus dilakukan adalah memberikan dukungan emosional dan akademik kepada anak. Dukungan emosional adalah dukungan yang berhubungan dengan perasaan, sikap, dan motivasi anak, seperti memberikan pujian, penghargaan, atau dorongan. Dukungan akademik adalah dukungan yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan strategi belajar anak, seperti memberikan bimbingan, bantuan, atau umpan balik.

Dengan melakukan cara-cara di atas, orang tua dan guru dapat mengatasi anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dalam menerima pelajaran.

Namun, orang tua dan guru juga harus menghormati hak dan pilihan anak, serta tidak memaksakan kehendak atau harapan orang tua dan guru kepada anak.

Orang tua dan guru harus menjadi teman, bukan musuh bagi anak dalam belajar. Dengan begitu, anak dapat belajar dengan senang hati, tanpa tekanan atau beban.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.