Tantangan sebagai Guru dalam Kurikulum Merdeka, Perhatikan 7 Hal ini!

AKURAT.CO Sebagai guru yang terlibat dalam implementasi Kurikulum Merdeka, terdapat sejumlah tantangan yang perlu dihadapi.
Pembaruan kurikulum ini bertujuan untuk memberikan ruang lebih besar kepada guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan karakteristik lingkungan sekolah.
Dilansir dari Situs GTK Kemdikbud, Kepala SMPN 4 Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh Eva Deliana Bangun mengungkapkan tantangan yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan kurikulum merdeka.
“Penerapan dari Kurikulum Merdeka ini banyak tantangannya. Saya menilai guru belum siap dan paham tentang apa itu Kurikulum Merdeka, bagaimana pelaksanaan pembelajaran di kelas, apa saja daya dukung yang tersedia di sekolah untuk menunjang pembelajaran menggunakan Kurikulum Merdeka,” ungkap Eva pada artikel yang diunggah pada (27/3/2023).
Namun, tantangan-tantangan berikut perlu mendapat perhatian serius:
-
Penyesuaian Diri dengan Pendekatan Baru:
Implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan penyesuaian dari para guru.
Mereka perlu memahami konsep pendekatan tematik, pemberdayaan, dan penilaian kompetensi sebagai bagian integral dari proses pembelajaran.
-
Sumber Daya dan Sarana Prasarana:
Terbatasnya sumber daya dan sarana prasarana dapat menjadi hambatan.
Guru mungkin menghadapi keterbatasan dalam mendapatkan bahan ajar yang sesuai dengan pendekatan tematik atau keterbatasan ruang kelas yang memadai.
-
Peningkatan Keterampilan Guru:
Guru perlu mengembangkan keterampilan baru yang sesuai dengan filosofi Kurikulum Merdeka.
Ini mencakup keterampilan dalam merancang pembelajaran tematik, memotivasi siswa, dan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran.
Baca Juga: Membangun Masa Depan Melalui Peran Guru dalam Kurikulum Merdeka
-
Peran Orang Tua dan Masyarakat:
Kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat menjadi aspek penting.
Guru perlu berkomunikasi secara efektif, mengajak partisipasi orang tua dalam pembelajaran, dan memastikan dukungan dari masyarakat sekitar.
-
Evaluasi dan Penilaian Kompetensi:
Penilaian kompetensi dalam Kurikulum Merdeka menuntut pendekatan yang holistik.
Guru perlu mengembangkan instrumen penilaian yang sesuai dan dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang perkembangan peserta didik.
-
Pemahaman dan Implementasi Nilai-nilai Merdeka Belajar:
Menginternalisasi nilai-nilai merdeka belajar seperti kemandirian, kreativitas, dan kolaborasi dapat menjadi tantangan.
Guru perlu membimbing siswa dalam mengembangkan sikap tersebut sepanjang proses pembelajaran.
-
Dukungan dan Pengembangan Profesional:
Guru perlu mendapatkan dukungan dari pihak sekolah dan lembaga terkait.
Program pengembangan profesional yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka dapat membantu guru mengatasi tantangan dan terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Melalui kesadaran, kolaborasi, dan komitmen untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, guru dapat memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan tujuan Kurikulum Merdeka untuk menciptakan pembelajaran yang lebih relevan, bermakna, dan sesuai dengan tuntutan perkembangan peserta didik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








