Kerugian Menyusui Bayi Lebih Lama, Salah Satunya Pengaruhi Mental Ibu

AKURAT.CO Apakah ada kerugian jika menyusui lebih lama? Ya, ada kalanya menyusui dalam jangka waktu yang lebih lama dapat menimbulkan dampak negatif pada ibu dan/atau bayinya.
“Ketika kesehatan mental ibu terpengaruh, inilah saatnya memertimbangkan untuk menyapih anak,” Konsultan Laktasi Hillary Sadler. “Menyusui tidak hanya merupakan pekerjaan penuh waktu, hal ini juga merupakan roller coaster emosi dan hormon, dan terkadang para ibu menjadi kewalahan dan tentunya dapat berdampak negatif pada hubungan ibu-anak.”
Baca Juga: Kerugian Menyusui Bayi Lebih Lama, Salah Satunya Pengaruhi Mental Ibu
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menurut rekomendasi American Academy of Pediatrics, yaitu memberikan ASI eksklusif selama sekitar enam bulan pertama kehidupan bayi. Pada tahun 2022, mereka merevisi pedoman tersebut dengan memasukkan dukungan bagi ibu untuk terus menyusui selama dua tahun pertama kehidupan seorang anak di samping “makanan pendamping ASI yang bergizi.”
“Ada banyak penelitian berbasis bukti yang menunjukkan konsumsi ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bermanfaat dalam banyak hal,” kata Sadler.
Meskipun CDC dan American Academy of Pediatrics membuat rekomendasi mengenai berapa lama seorang ibu harus menyusui, penting juga bagi Anda untuk memertimbangkan kebutuhan dan keinginan Anda.
Baca Juga: 5 Posisi Menyusui Cegah Bayi Tersedak, Calon Ibu Perlu Tahu!
Pada akhirnya, berapa lama seorang ibu menyusui bukan hal yang berlaku untuk semua ibu, sehingga tidak ada pedoman yang pasti, jadi jangan menyalahkan diri sendiri atas pedoman AAP.
“Anda harus menyusui selama itu bermanfaat bagi Anda dan bayi Anda,” kata Sadler.
“Bagi sebagian ibu, ada yang memilih tidak menyusui sama sekali. Yang lain memilih menyusui bayi mereka selama lebih dari dua tahun.”
“Penting untuk mendidik diri Anda sendiri dengan informasi berbasis bukti sehingga Anda dapat membuat keputusan terbaik untuk Anda dan bayi Anda," jelas Sadler.
“Kami juga memertimbangkan kesehatan mentalnya, kebutuhan keluarganya (baik sosial maupun ekonomi), dan saya mendukungnya untuk mengambil keputusan terbaik bagi dirinya dan bayinya,” kata Sadler.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon







