Akurat

Apakah Bayi Boleh Minum Air Putih? Simak Penjelasan Ilmiah Berikut

Sultan Tanjung | 19 Januari 2024, 10:00 WIB
Apakah Bayi Boleh Minum Air Putih? Simak Penjelasan Ilmiah Berikut

AKURAT.CO Pertanyaan mengenai pemberian air putih kepada bayi sering kali muncul di kalangan orangtua baru.

Penting untuk mencari informasi yang tepat, terutama dari dokter anak, untuk memastikan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan kesehatan dan perkembangan si kecil.

Kapan Bayi Boleh Mulai Minum Air Putih?

Dokter anak umumnya menyarankan bahwa air putih tidak diperlukan sebagai suplemen untuk bayi yang masih mengonsumsi ASI atau susu formula secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan.

ASI atau susu formula sudah mengandung semua nutrisi yang diperlukan bayi pada periode ini.

Pada usia enam bulan, bayi mulai memasuki fase pengenalan makanan padat. Meskipun begitu, pemberian air putih belum menjadi prioritas utama. Seiring dengan pengenalan makanan pendamping ASI atau MPASI, air putih dapat diberikan secara bertahap.

Penjelasan dari Dokter Anak:

  1. ASI atau Susu Formula sebagai Sumber Utama: ASI atau susu formula mengandung kadar air yang memadai untuk memenuhi kebutuhan cairan bayi. Pemberian air putih dalam jumlah besar pada bayi yang masih mengonsumsi ASI atau susu formula dapat mengurangi asupan nutrisi yang penting.

  2. Pentingnya Pengenalan MPASI: Seiring dengan pengenalan makanan padat, bayi mulai memerlukan sedikit lebih banyak cairan. Namun, buah-buahan dan sayuran yang diperkenalkan pada tahap ini juga mengandung air, membantu memenuhi kebutuhan cairan bayi.

  3. Pemberian Air Putih dalam Jumlah Terbatas: Dokter anak mungkin menyarankan pemberian air putih dalam jumlah yang terbatas setelah bayi mulai makan makanan pendamping ASI atau MPASI. Ini umumnya dimulai dengan memberikan beberapa sendok teh air putih setelah makan.

  4. Pentingnya Keseimbangan Cairan: Penting untuk menjaga keseimbangan cairan bayi. Pemberian air putih tidak boleh menggantikan ASI atau susu formula yang masih menjadi sumber utama nutrisi dan cairan.

  5. Konsultasi dengan Dokter Anak: Setiap bayi memiliki kebutuhan yang unik. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter anak menjadi langkah penting sebelum memutuskan memberikan air putih. Dokter anak dapat memberikan panduan yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi dan perkembangan bayi.

Pentingnya Perhatian pada Tanda-tanda Kehausan:

Orangtua perlu memperhatikan tanda-tanda kehausan pada bayi, seperti bibir kering atau frekuensi buang air kecil yang berkurang. Jika tanda-tanda tersebut muncul, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan panduan lebih lanjut.

Kesimpulan: Pemberian air putih pada bayi memerlukan pertimbangan yang hati-hati dan konsultasi dengan dokter anak. Memahami kapan dan seberapa banyak air putih yang diperlukan dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi dan cairan yang optimal untuk perkembangan bayi yang sehat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.