Akurat

Studi: Remaja yang Hobi Main Sosmed Bakal Jadi Ansos Alias Anti Sosial!

Annisa Fadhilah | 6 Januari 2024, 20:06 WIB
Studi: Remaja yang Hobi Main Sosmed Bakal Jadi Ansos Alias Anti Sosial!

AKURAT.CO Penggunaan media sosial yang sering juga tampaknya meningkatkan risiko perilaku anti-sosial seperti intimidasi, penyerangan fisik, dan perilaku agresif atau nakal sebesar 73%, dan risiko perjudian hampir tiga kali lipat. Namun, para peneliti mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat langsung antara penggunaan media sosial dan perilaku tidak sehat di kalangan remaja.

Mereka mencatat bahwa faktor-faktor lain, seperti perilaku orang tua, juga dapat mempengaruhi perilaku pengambilan risiko remaja.

Baca Juga: Dulu Sempat Makan Punya Orang, Kronologi Saipul Jamil Hap hap Ditangkap, Narkoba?

Hasilnya menunjukkan bahwa remaja sangat rentan terhadap penggambaran perilaku kesehatan berisiko di media sosial seperti penggunaan alkohol atau pola makan yang tidak sehat, kata para peneliti.

“Perilaku eksperimental dan pengambilan risiko adalah bagian yang melekat pada masa remaja,” tim menyimpulkan dalam rilis berita jurnal.

“Namun, karena perlindungan terhadap dunia digital masih terus berkembang, tindakan pencegahan di sektor akademis, pemerintahan, kesehatan dan pendidikan mungkin diperlukan sebelum risiko penggunaan media sosial oleh remaja dipahami sepenuhnya.”

Untuk tinjauan tersebut, para peneliti menganalisis lebih dari 250 tindakan media sosial yang dilaporkan dalam 73 penelitian yang dilakukan antara tahun 1997 dan 2022, yang melibatkan 1,4 juta anak berusia 10 hingga 19 tahun.

Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang sering atau setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko konsumsi alkohol sebesar 48%, peningkatan risiko penggunaan narkoba sebesar 28%, dan peningkatan risiko merokok sebesar 85%, dibandingkan dengan jarangnya berselancar di media sosial.

Baca Juga: Peran Penting Remaja dalam Memutus Rantai Stunting

Media sosial tampaknya juga mempunyai pengaruh terhadap pilihan seksual remaja.

Penggunaan media sosial yang sering atau setiap hari dikaitkan dengan 77% peningkatan kemungkinan aktivitas seksual berisiko seperti sexting, seks transaksional, dan penggunaan kondom yang tidak konsisten, demikian temuan para peneliti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.