Akurat

Sulli Diduga Alami Helicopter Parenting, Bagaimana Dampaknya Terhadap Anak?

Syifa Ismalia | 15 November 2023, 11:12 WIB
Sulli Diduga Alami Helicopter Parenting, Bagaimana Dampaknya Terhadap Anak?

AKURAT.CO Helicopter Parenting yang diduga dialami Sulli meskipun bertujuan baik, dapat menimbulkan dampak negatif jangka panjang terhadap perkembangan anak. Mengasuh anak bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan energi dan upaya yang luar biasa agar segala sesuatunya berhasil bagi anak. Namun terkadang dalam upaya menjadi orang tua terbaik, orang akhirnya melakukan kesalahan yang dapat berdampak pada pikiran anak dalam berbagai cara. 

Helicopter Parenting adalah istilah untuk menggambarkan gaya pengasuhan di mana orang tua menjadi sangat terlibat dalam kehidupan anak dan akhirnya menjadi terlalu protektif. Ketertarikan yang mendalam ini dapat berdampak negatif pada anak sehingga membuat mereka mempertanyakan harga dirinya, seperti halnya Sulli.

Meskipun hal ini tidak disengaja, hal ini dapat menimbulkan banyak konsekuensi terhadap perkembangan dan kesejahteraan anak secara keseluruhan. Memberi anak ruang untuk bertumbuh, melakukan kesalahan, dan mengembangkan ketahanan dapat menumbuhkan kemandirian, kepercayaan diri, dan kesejahteraan emosional pada anak.

Pilihlah pendekatan seimbang yang menggabungkan dukungan dengan batasan yang tepat untuk membantu anak berkembang dalam jangka panjang. Berikut ini beberapa pengaruh pola asuh helikopter terhadap anak.

Baca Juga: 5 Gaya Parenting Zaman Dahulu Yang Tidak Boleh Ditiru, Salah Satunya Orang Tua Gengsi Minta Maaf Kepada Anak

1. Kurangnya Kemandirian

Kemampuan seorang anak untuk menjadi mandiri dapat terhambat oleh Helicopter Parenting, yang merupakan salah satu kelemahan yang paling serius. Anak-anak yang selalu mendapat intervensi dan pengambilan keputusan dari orang tua memiliki peluang terbatas untuk melakukan kesalahan, belajar dari kesalahan tersebut, dan memperoleh keterampilan hidup yang penting seperti pemecahan masalah, kemandirian, dan pengambilan keputusan. Akibatnya, anak akan kesulitan mengambil keputusan dan berpikir mandiri ketika dihadapkan pada masalah.

2. Meningkatkan Ketahanan

Sebagai orang tua, pasti ingin selalu melindungi anak dalam segala situasi. Namun Helicopter Parenting sering kali melindungi anak-anak dari kesulitan dan ketidaknyamanan. Meskipun hal ini mungkin memberikan bantuan dalam waktu singkat, anak-anak kehilangan kesempatan untuk menjadi tangguh dan belajar keterampilan mengatasi masalah. Hal ini dapat mempengaruhi mereka di kemudian hari, ketika mereka harus mengalami kegagalan atau kemunduran, mereka mungkin merasa sulit untuk pulih dan menyesuaikan diri.

3. Kecemasan dan Stres

Keterlibatan orang tua yang terus-menerus mungkin membuat anak merasa lebih stres dan cemas. Mereka dapat mengembangkan rasa takut melakukan kesalahan atau membuat marah orang tua mereka, yang dapat menyebabkan mereka merasa tidak mampu. Kecemasan mereka mungkin muncul dalam berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk hubungan sosial dan prestasi akademis.

Baca Juga: Attachment Parenting Ala Kourtney Kardashian: Pola Asuh Apa Itu Sebenarnya?

4. Keterampilan Pengambilan Keputusan yang Buruk

Orang tua dengan pola asuh Helicopter Parenting sering kali mengambil keputusan atas nama anak-anak mereka. Akibatnya, anak-anak tidak mampu memperoleh kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan yang dibutuhkan untuk menjadi dewasa. Mereka akan kesulitan mengambil keputusan sendiri, yang dapat menimbulkan masalah baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

5. Hubungan Orang Tua dan Anak yang Renggang

Meskipun orang tua dengan Helicopter Parenting akan berpikir mereka melakukan yang terbaik untuk anak-anak mereka, keterlibatan yang terus-menerus dapat memperburuk ikatan orang tua-anak. Anak-anak mungkin mengalami perasaan tercekik, terkendali, atau kesal karena kurangnya otonomi. Ketegangan ini dapat bertahan hingga dewasa dan merusak hubungan antara orang tua dan anak.

Apa yang bisa dilakukan untuk menghindari gaya pengasuhan helikopter?

Daripada mengasuh anak dengan pola Helicopter Parenting, orang tua bisa mengambil sikap yang lebih masuk akal dan memberi semangat, seperti:

  • Mendorong anak untuk mengambil keputusan dan mengambil risiko yang sesuai dengan usianya untuk menumbuhkan kemandirian. Biarkan mereka tumbuh dalam kepercayaan diri dan belajar dari kesalahan mereka.
  • Bantu anak dalam mengatasi rintangan. Dorong mereka untuk melihat kegagalan sebagai peluang untuk perbaikan dan pendidikan.
  • Teruslah berkomunikasi dengan anak dan jaga komunikasi tetap terbuka. Saat orang tua memberikan nasihat tanpa memaksakan pendapatnya kepada anak, perhatikan kekhawatiran, ketakutan, dan aspirasi mereka.
  • Ciptakan ekspektasi yang masuk akal. Berhati-hatilah untuk tidak memberikan ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap kinerja atau prestasi anak. Kenali dan hargai kualitas dan kekurangan unik setiap orang.
  • Berikan contoh yang baik. Dalam hidup Anda sendiri, tunjukkan kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang baik. Anak-anak sering kali mengambil pelajaran hidup yang penting dari mengamati orang lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
R