Akurat

8 Langkah Penanganan Anak ODD, Orang Tua Wajib Tahu

| 29 Agustus 2023, 09:01 WIB
8 Langkah Penanganan Anak ODD, Orang Tua Wajib Tahu

AKURAT.CO Oppositional Defiance Disorder (ODD) merupakan sebuah gangguan ketika seorang anak memiliki masalah perilaku agresif yang berlangsung lebih lama dari usia enam bulan.

ODD bisa datang dalam bentuk kekerasan, tangisan, kebingungan dan kesulitan berada di lingkungan sosial.

Anak dengan ODD sering digambarkan tidak kooperatif, menantang dan bermusuhan dengan teman-teman, orang tua atau figur berwibawa.

Baca Juga: 10 Manfaat Flashcard Bagi Anak, Baik Untuk Tumbuh Kembang

Penyebab Oppositional Defiant Disorder

Terdapat dua teori tentang penyebab ODD pada anak, yaitu:

1. Teori perkembangan

Teori ini menunjukkan bahwa masalah dimulai ketika anak masih balita. Pengidap ODD biasanya mengalami kesulitan belajar dan tidak mandiri sehingga menggantungkan hidupnya pada orangtua atau orang di sekitarnya.

2. Teori belajar

Teori ini menunjukkan bahwa gejala ODD timbul dari sikap negatif yang dipelajari. Anak pengidap ODD mencerminkan efek dari perilaku negatif orang tua atau orang lain yang berkuasa. Penggunaan perilaku negatif ini memungkinkan anak untuk mendapatkan apa yang diinginkan seperti perhatian dan respons orang di sekitarnya.

Gejala Oppositional Defiant Disorder

Anak yang cenderung tidak patuh dan suka membantah bisa menjadi gejala ODD. Perilaku negatif ini muncul ketika merasa lelah, lapar atau kesal.

Kondisi ini tentunya akan mengganggu pembelajaran dan penyesuaian sekolah. Dalam beberapa kasus, anak dengan Oppositional Defiant Disorder sulit bersosialisasi dengan teman-temannya.

Dapat dikatakan ODD jika anak mengalami gejala ini minimal selama enam bulan. Gejala ODD meliputi:

• Sering marah

• Sering berdebat dengan orang dewasa

• Menolak untuk melakukan apa yang diminta orang dewasa

• Selalu mempertanyakan aturan dan menolak untuk mengikuti aturan

• Melakukan hal yang mengganggu orang lain

• Menyalahkan orang lain atas kesalahannya sendiri

• Mudah terganggu oleh orang lain

• Berbicara dengan kasar atau tidak ramah.

• Mencari balas dendam atau menjadi pendendam

Langkah Penanganan Anak Oppositional Defiant Disorder

Untuk menangani anak ODD dapat dilakukan melalui perawatan sedini mungkin. Hal ini bisa berguna untuk mencegah masalah di masa mendatang.

Hal ini biasanya tergantung pada gejala, usia, kesehatan anak dan tingkat keparahan yang dialami. Berikut di antaranya:

1. Terapi perilaku kognitif

Perilaku kognitif dapat membantu anak untuk memecahkan masalah dan berkomunikasi dengan lebih baik. Di sini anak akan diajarkan untuk mengendalikan impuls dan kemarahan.

2. Terapi keluarga

Terapi ini dilakukan dengan cara meningkatkan keterampilan komunikasi dan interaksi keluarga. Memiliki anak dengan ODD tentu sangat sulit bagi orang tua terlebih kondisi ini dapat menyebabkan masalah bagi saudara kandungnya, sehingga orang tua ataupun saudara kandung membutuhkan dukungan dan pengertian.

3. Terapi kelompok sebaya

Terapi kelompok sebaya dilakukan agar anak belajar keterampilan sosial yang lebih baik dengan teman sebayanya. Hal ini dapat memudahkan anak dalam proses bersosialisasi.

4. Menyesuaikan gaya pengasuhan yang tepat

Menindaklanjuti reaksi orang tua terhadap ledakan kemarahan anak, mama dan papa juga mungkin harus mengubah beberapa gaya pengasuhan agar anak dapat mengelola ledakan emosinya.

Mengingat seorang anak akan belajar cara-cara baru untuk bereaksi terhadap situasi, orang tua juga harus melakukan hal yang sama. Misalnya, jika anak marah dengan menumpahkan susu dan membuat mama memarahinya, cobalah untuk bereaksi dengan cara yang lebih konstruktif.

Misalnya, mengatakan pada anak bahwa itu bukan cara yang tepat untuk melampiaskan kemarahan.

Jangan menyerah untuk mengatasi ledakan perilaku buruk anak dan cobalah untuk memberikan pujian ketika ia pantas mendapatkannya.

5. Fokus pada perilakunya yang baik

Sangat mudah bagi kita untuk fokus pada hal-hal buruk ketimbang hal-hal baik. Membicarakan hal-hal buruk juga sangat terapeutik bagi kita karena itu adalah bentuk curhat. Namun, membicarakan hal-hal buruk sepanjang waktu hanya akan membawa hal-hal yang lebih buruk.

Ketika seorang anak dengan ODD akhirnya berperilaku positif, mengikuti aturan dan membuat perubahan kecil dalam sikapnya, inilah saatnya untuk memujinya.

Biarkan anak tahu bahwa ia berada di jalur yang benar dan beri tahu juga betapa bangga orang tua kepadanya.

6. Membuat struktur atau rutinitas sehari-hari

Bukan hal-hal yang mengherankan lagi jika anak-anak membutuhkan dan menikmati struktur. Memiliki rutinitas dan struktur membantunya aktivitas sehari-hari.

Ketika seorang anak diberi batasan waktu, aturan rumah dan waktu untuk beraktivitas, ia mungkin bereaksi dengan cara yang lebih baik, karena ia telah memahami apa yang ada di depannya.

Selain itu, mendaftarkan anak dalam kegiatan olahraga juga akan membuatnya aktif dan bergerak. Memproduksi endorfin juga akan memberi anak alasan untuk memancarkan semua energinya dengan cara yang positif. Menariknya lagi, ini membantu anak tidur lebih nyenyak di malam hari juga.

7. Konsumsi obat

Faktanya, penggunaan obat jarang digunakan untuk anak yang mengalami ODD. Namun, konsumsi obat dianjurkan ketika anak mengalami gangguan lain seperti gangguan kecemasan.

8. Berkonsultasi dengan psikoterapi

Jika orangtua mencurigai anak mengalami ODD ataupun diagnosis dari dokter, ada beberapa pilihan yang dapat diambil. Dokter biasanya akan menyarankan untuk mengunjungi psikoterapis.

Karena dalam penangan psikoterapis dapat menasehati anak dengan banyak cara tentang bagaimana seorang anak bereaksi dalam lingkungan sosial ataupun ketika berada di rumah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Editor
Wahyu SK