Akurat

7 Tips Melatih Anak Buang Air Kecil dan BAB Sendiri di WC dengan Menyenangkan

Cosmas Kopong Beda | 29 Agustus 2022, 10:05 WIB
7 Tips Melatih Anak Buang Air Kecil dan BAB Sendiri di WC dengan Menyenangkan

AKURAT.CO Ketika anak-anak mencapai usia empat atau lima tahun, pikiran mereka sudah mampu menerima instruksi dari orang tua mereka.

Kali ini sangat tepat untuk mendidik mereka secara perlahan untuk menyiram toilet dan akhirnya berhenti menggunakan popok sekali pakai.

Namun proses mendidik si kecil untuk muntah di toilet atau 'potty train' bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan banyak konsistensi dan kesabaran.

Seorang ibu, Wan Elina Fatini berbagi tips di Facebook tentang cara memulai 'kereta pispot' untuk menjadi panduan bagi orang tua lainnya.

Berikut tips yang dibagikan oleh Wan Elina:

1. Bunda harus kuat secara mental!

Ini adalah hal yang paling penting. Menurut pengalamannya sendiri, si kecil cenderung 'dikucilkan' dan terkadang bunda kehilangan kesabaran dan ingin marah. Kamu harus sabar dan jangan menyerah. 

2. Jangan Bosan Ingatkan si kecil

Sering mengingatkan si kecil bahwa ia perlu ke toilet setiap kali ingin buang air besar.

Jangan lelah untuk mengingatkan meskipun itu setiap 10 menit.

3. Beli 'kursi toilet' yang lucu

Untuk membiasakan si kecil, Anda bisa mulai dengan membelikannya 'potty chair'atau kursi toilet.

4. Simpan semua karpet

Hal ini memudahkan tugas ibu saat memulai proses 'potty train' karena dikhawatirkan si kecil akan 'terisolasi' di atas karpet.

Siapkan juga alat pencuci lantai di satu tempat.

5. Catat waktunya

Disarankan untuk menggantung papan tulis di ruang mana pun seperti di dekat toilet. Catat waktu yang dilempar si kecil.

Dari situ, ibu bisa mengantisipasi saat si kecil ke toilet nanti.

6. Mulai kereta pispot saat siap dan gratis

Proses ini tidak menjadi masalah bagi ibu rumah tangga. Namun untuk ibu bekerja, Anda bisa mencoba memulainya saat akhir pekan atau hari libur karena membutuhkan fokus.

7. Tetap Siaga di malam hari

Selain itu, tutupi sprei dengan pembalut atau kain sebagai persiapan jika si kecil 'terpeleset' tak sadarkan diri saat tidur.

Pada dasarnya kesabaran dan komitmen dari ibu adalah kunci sukses dari proses ini.

Jangan stres, lakukan dengan santai agar anak juga enjoy dan kooperatif. Semoga beruntung!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.