Akurat

Menjadi Single Parent: 10 Cara Tetap Tangguh, Bahagia, dan Penuh Cinta

Eko Krisyanto | 18 Desember 2025, 00:05 WIB
Menjadi Single Parent: 10 Cara Tetap Tangguh, Bahagia, dan Penuh Cinta

AKURAT.CO Menjadi seorang single parent adalah perjalanan hidup yang sering kali datang tanpa rencana.

Perubahan besar dalam keluarga—baik karena perceraian, kehilangan pasangan, maupun keputusan hidup tertentu—memaksa seseorang menjalani dua peran sekaligus: sebagai ayah dan ibu.

Peran ini tentu tidak mudah. Ada hari-hari ketika kamu merasa kuat dan bangga karena berhasil melewati tantangan. Namun ada pula hari-hari saat lelah datang bersamaan dengan rasa sepi, ketika semua tanggung jawab terasa terlalu berat untuk dipikul sendiri.

Meski demikian, di balik segala kesulitan, menjadi single parent juga dapat membuka jalan menuju kedewasaan, kemandirian, dan cinta tanpa syarat yang semakin dalam.

Kunci utama menjalani peran ini adalah penerimaan diri, sikap positif, dan kemampuan beradaptasi. Anak-anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna.

Mereka hanya membutuhkan kehadiran, perhatian, dan cinta yang tulus. Dari sanalah keluarga yang hangat dan stabil bisa tercipta.

Berikut 10 tips penting yang dapat membantu kamu menjadi single parent yang lebih tangguh, bahagia, dan tenang dalam menjalani hari.

Baca Juga: 10 Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan kepada Orang yang Sedang Berduka

1. Terima Keadaan dengan Ikhlas

Langkah awal yang paling penting adalah menerima kenyataan hidup. Tidak semua hal berjalan sesuai rencana, dan itu tidak apa-apa.

Dengan menerima, kamu memberi ruang bagi dirimu untuk pulih dan menata ulang kehidupan. Lepaskan rasa bersalah dan fokuslah pada masa depan serta anak yang membutuhkanmu hari ini.

2. Bangun Kemandirian

Sebagai single parent, kamu sering menjadi pengambil keputusan utama. Belajarlah mandiri dalam mengatur keuangan, mengasuh anak, dan mengelola emosi.

Kemandirian bukan berarti menanggung semuanya sendirian, melainkan tahu kapan harus kuat dan kapan perlu meminta bantuan.

3. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

Mengasuh anak seorang diri bisa sangat melelahkan. Pastikan kamu cukup istirahat, makan bergizi, dan tetap memberi waktu untuk dirimu sendiri.

Merawat diri bukan tindakan egois—itu adalah bentuk tanggung jawab agar kamu tetap mampu memberi yang terbaik untuk anak.

4. Bangun Komunikasi Hangat dengan Anak

Anak-anak mungkin menyimpan rasa kehilangan atau kebingungan. Hadirlah sebagai tempat aman bagi mereka.

Dengarkan tanpa menghakimi, berbicaralah dengan jujur dan lembut, serta tunjukkan bahwa cinta dan kehadiranmu tidak akan pernah berubah.

5. Kelola Keuangan dengan Bijak

Sebagai satu-satunya penopang keluarga, manajemen keuangan menjadi sangat penting.

Buat anggaran yang realistis, bedakan kebutuhan dan keinginan, serta sisihkan dana darurat. Keuangan yang tertata akan memberi ketenangan dalam menjalani hari.

Baca Juga: Cara Mengurus Surat Kematian: Syarat, Prosedur, dan Fungsinya

6. Jangan Ragu Meminta Bantuan

Kamu tidak harus kuat setiap saat. Meminta bantuan dari keluarga, sahabat, atau komunitas single parent adalah bentuk keberanian, bukan kelemahan.

Dukungan emosional dapat membuat perjalanan ini terasa lebih ringan.

7. Jadilah Teladan bagi Anak

Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Dengan tetap bertanggung jawab, sabar, dan penuh kasih di tengah kesulitan, kamu sudah menjadi contoh terbaik.

Kamu mengajarkan bahwa hidup mungkin tidak mudah, tapi selalu bisa dijalani dengan cinta dan keteguhan hati.

8. Jaga Lingkungan Sosial yang Sehat

Lingkungan yang mendukung sangat berpengaruh pada kesehatan mentalmu. Jauhi orang-orang yang suka menghakimi, dan dekatilah mereka yang memberi semangat.

Komunitas yang positif bisa menjadi tempat berbagi dan saling menguatkan.

9. Nikmati Waktu Bersama Anak

Kebahagiaan sering hadir dalam hal sederhana—tawa kecil, obrolan sebelum tidur, atau makan bersama.

Hadirlah sepenuhnya, bukan hanya secara fisik, tetapi juga emosional. Kenangan hangat inilah yang akan selalu diingat anak.

10. Hargai Diri Sendiri

Setiap hari kamu berjuang, dan itu layak dihargai. Tidak ada orang tua yang sempurna. Yang ada adalah orang tua yang terus berusaha.

Beri dirimu apresiasi atas keberanian untuk bertahan, mencintai, dan terus melangkah.

Menjadi single parent memang tidak mudah, tetapi kebahagiaan tetap mungkin diraih. Perjalanan ini mengajarkan tentang kekuatan, ketulusan, dan cinta yang tidak bersyarat.

Kamu mungkin berjalan tanpa pasangan, tetapi bukan berarti kamu sendirian.

Anak-anakmu mungkin tidak akan mengingat berapa kali kamu jatuh, namun mereka akan selalu mengingat bahwa kamu tidak pernah berhenti berjuang untuk mereka.

Baca Juga: Mengenal Stroke Non Hemoragik dan Perbedaannya dengan Stroke Hemoragik

Laporan: Bunga Adinda/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.