Cara Mengatur Waktu Kerja dan Mengurus Anak bagi Single Parent

AKURAT.CO Menjadi single parent bukan hanya soal membesarkan anak seorang diri, tetapi juga bagaimana tetap menjalankan pekerjaan dengan baik.
Tantangannya jelas besar, mulai dari rutinitas rumah tangga, kebutuhan anak, hingga tuntutan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Namun, dengan manajemen waktu yang tepat, semuanya tetap bisa berjalan seimbang.
Berikut rangkaian cara yang bisa membantu single parent membagi waktu antara karier dan keluarga tanpa harus mengorbankan salah satunya.
Baca Juga: Titik Balik Nita: Single Parent yang Sukses Mendirikan Dua Salon Lewat Kursus Kecantikan
1. Susun Rutinitas Harian dan Tentukan Prioritas
Agar hari lebih terarah, buat jadwal harian yang berisi waktu makan, sekolah, bermain, dan tidur anak.
Rutinitas yang konsisten membantu mengurangi kekacauan, sekaligus memudahkan kamu mengatur waktu kerja.
Kamu juga bisa membuat daftar prioritas harian mana yang mendesak, mana yang bisa ditunda. Teknik Matriks Eisenhower dapat membantu memilah tugas, sehingga kamu tetap fokus pada hal yang paling penting.
Selain itu, tetapkan tujuan kecil setiap hari.
Target sederhana seperti selesaikan laporan sebelum siang atau antar anak sekolah tepat waktu bisa membuat aktivitas lebih terstruktur.
2. Libatkan Anak dan Jangan Ragu Minta Bantuan
Anak perlu tahu bahwa kamu sedang berjuang untuk mereka. Libatkan mereka dalam kegiatan ringan, seperti menyiapkan peralatan sekolah atau merapikan tempat tidur. Selain menghemat waktu, hal tersebut juga mengajarkan tanggung jawab sejak dini.
Kalau ada keluarga atau teman yang bersedia membantu, manfaatkan kesempatan itu. Tidak ada salahnya meminta tolong untuk hal-hal seperti mengantar anak, menjaga sebentar, atau menemani mereka bermain saat kamu harus fokus pada pekerjaan.
Jika memungkinkan, pilih daycare atau tempat penitipan anak yang aman dan terpercaya.
Dengan begitu kamu bisa bekerja dengan tenang karena tahu anak berada di tempat yang tepat.
3. Penuhi Kebutuhan Anak Sebelum Berangkat Kerja
Sebelum meninggalkan rumah, pastikan kebutuhan anak terpenuhi, mulai dari sarapan, seragam, hingga bekal sekolah. Perhatian kecil seperti ini membuat anak merasa dipedulikan dan biasanya membuat mereka lebih kooperatif ketika kamu harus berangkat bekerja.
Bagi anak yang dititipkan pada pengasuh, pastikan semua catatan kebutuhan mereka tersampaikan dengan jelas. Sementara itu untuk anak sekolah, simpan kontak guru agar kamu bisa memantau perkembangan dan kebutuhan mereka dengan mudah.
4. Selesaikan Pekerjaan di Kantor, dan Fokus pada Anak Saat di Rumah
Cobalah membiasakan menyelesaikan pekerjaan di kantor dan tidak membawanya pulang. Saat tiba di rumah, berikan waktu penuh untuk anak, baik untuk bermain, bercerita, atau sekadar menemani mereka tidur.
Anak akan merasa lebih diperhatikan ketika kamu memberi waktu khusus untuk mereka. Cara ini juga membantu menciptakan batas yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan rumah, sehingga kamu tidak mudah stres.
5. Jadikan Weekend sebagai Waktu Keluarga
Akhir pekan adalah kesempatan terbaik untuk mengejar waktu berkualitas bersama anak. Gunakan momen ini untuk melakukan aktivitas santai: piknik kecil, memasak bersama, menonton film, atau sekadar mengobrol tanpa gangguan pekerjaan.
Pekerjaan boleh jadi prioritas di hari kerja, tetapi keluarga adalah prioritas utama ketika weekend tiba. Konsistensi ini membuat anak merasa aman dan dihargai.
6. Tetap Fokus pada Karier, Tapi Terlibat dalam Perkembangan Anak
Sebagai single parent, kamu memegang dua peran besar sekaligus: pencari nafkah dan pengasuh anak. Karena itu, kamu tetap perlu fokus pada karier demi masa depan yang lebih stabil, tetapi jangan lupa untuk mengikuti perkembangan anak, baik akademik, sosial, maupun minat mereka.
Ajak mereka belajar, temani tugas sekolah, hadir di kegiatan sekolah, atau dukung bakatnya. Keterlibatanmu akan membuat anak merasa dicintai dan dihargai.
Baca Juga: Deretan Artis ini Jadi Single Parent Besarkan Anaknya, Kuat Banget!
7. Jaga Diri Sendiri: Istirahat, Me Time, dan Sikap Positif
Mengurus semuanya sendirian memang melelahkan. Karena itu, luangkan waktu untuk dirimu sendiri. Tidak harus lama 15 menit di pagi hari untuk menenangkan pikiran sudah sangat membantu.
Jangan abaikan kebutuhan dasar seperti tidur cukup, makan sehat, dan olahraga ringan. Jika perlu, beri diri sendiri me time seperti pergi ke salon, bertemu teman, atau melakukan aktivitas yang membuatmu bahagia.
Sikap positif juga sangat penting. Anak bisa merasakan energi dari orang tuanya. Ketika kamu bahagia dan tenang, anak pun akan tumbuh dengan rasa aman.
Mengatur waktu sebagai single parent memang bukan hal mudah, tetapi bukan juga sesuatu yang mustahil.
Dengan rutinitas yang teratur, dukungan dari orang terdekat, serta perhatian penuh pada diri sendiri dan anak, kamu bisa menjalani peran ini dengan lebih ringan.
Kuncinya adalah keseimbangan. Saat kamu mampu menata pekerjaan dan anak dengan baik, hidup akan terasa jauh lebih terarah dan harmonis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









