Mengapa Pancasila Dijadikan Dasar Negara Indonesia dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia? Pahami 3 Hal Ini dengan Seksama

AKURAT.CO Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang telah menjadi landasan utama dalam sistem politik dan kehidupan berbangsa sejak kemerdekaan pada tahun 1945.
Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.
Artikel ini akan membahas mengapa Pancasila dijadikan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia berdasarkan penjelasan dari berbagai jurnal ilmiah.
Baca Juga: Bagaimana Agar Profil Pelajar Pancasila Dapat Terbangun dengan Konsisten? Simak 6 Hal Penting Ini
1. Sejarah dan Perumusan Pancasila
Pancasila dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tahun 1945.
Ir. Soekarno, salah satu tokoh utama dalam perumusan Pancasila, mengusulkan lima prinsip dasar yang kemudian dikenal sebagai Pancasila:
- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
2. Pancasila sebagai Dasar Negara
Pancasila dijadikan dasar negara Indonesia karena mengandung nilai-nilai fundamental yang mencerminkan kepribadian dan cita-cita bangsa Indonesia.
Beberapa alasan utama mengapa Pancasila dijadikan dasar negara adalah:
- Pedoman dalam Pembentukan Hukum dan Kebijakan:
Pancasila menjadi acuan dalam penyusunan undang-undang dan kebijakan pemerintah. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, seperti keadilan sosial, demokrasi, dan persatuan, menjadi dasar dalam setiap kebijakan yang dibuat. - Pemersatu Bangsa:
Indonesia adalah negara yang memiliki beragam suku, agama, budaya, dan bahasa. Pancasila hadir sebagai landasan bersama yang mampu menyatukan perbedaan-perbedaan tersebut. Konsep Bhinneka Tunggal Ika dalam Pancasila mengajarkan pentingnya keragaman dan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. - Menjaga Keutuhan dan Kedaulatan Negara:
Pancasila memuat prinsip-prinsip dasar yang melindungi negara dari ancaman dan pengaruh negatif dari luar. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, Indonesia dapat membangun pertahanan yang kuat dan menjaga kedaulatan negara dari ancaman baik dari dalam maupun luar.
3. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Sebagai pandangan hidup, Pancasila membentuk karakter dan kepribadian bangsa Indonesia.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, seperti kejujuran, gotong royong, keberagaman, dan toleransi, menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Beberapa fungsi utama Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa adalah:
- Membangun Karakter Bangsa:
Pancasila mengajarkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, disiplin, dan semangat gotong royong. Dengan memegang teguh nilai-nilai ini, masyarakat Indonesia dapat menjadi individu yang bertanggung jawab, berintegritas, dan memiliki rasa kebersamaan. - Identitas Nasional:
Pancasila merupakan simbol kebanggaan dan jati diri bangsa Indonesia. Dalam dunia internasional, Pancasila menjadi identitas yang membedakan Indonesia dengan negara-negara lain. Konsep dasar Pancasila yang mencakup persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang dikenal di mata dunia.
Kesimpulan
Pancasila dijadikan dasar negara Indonesia dan pandangan hidup bangsa karena mengandung nilai-nilai fundamental yang mencerminkan kepribadian dan cita-cita bangsa.
Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi pedoman dalam pembentukan hukum dan kebijakan, pemersatu bangsa, serta menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.
Sebagai pandangan hidup, Pancasila membentuk karakter dan kepribadian bangsa Indonesia, serta menjadi identitas nasional yang membedakan Indonesia dengan negara lain.
Dengan demikian, Pancasila memainkan peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







