Akurat

Apakah Kurikulum Merdeka Banyak Presentasi? Simak Ulasan Berikut!

Sultan Tanjung | 18 Januari 2024, 10:45 WIB
Apakah Kurikulum Merdeka Banyak Presentasi? Simak Ulasan Berikut!

AKURAT.CO Kurikulum Merdeka menjadi sorotan dalam dunia pendidikan Indonesia dengan berbagai perubahan dan pendekatan baru yang diusung.

Salah satu pertanyaan yang muncul adalah sejauh mana Kurikulum Merdeka melibatkan presentasi sebagai bagian integral dari proses pembelajaran?

Mari kita eksplorasi lebih lanjut.

Fokus pada Proses Pembelajaran Aktif:

Kurikulum Merdeka menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Dengan pendekatan ini, terdapat penekanan pada proses pembelajaran yang aktif, di mana peserta didik lebih banyak terlibat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran.

Presentasi menjadi salah satu alat yang dapat digunakan untuk mendorong keterlibatan peserta didik dan memfasilitasi pemahaman konsep secara lebih mendalam.

Baca Juga: Mengapa Penting untuk Menciptakan Lingkungan yang Nyaman bagi Budaya Sekolah yang Positif?

Peran Presentasi dalam Kurikulum Merdeka:

  1. Mengembangkan Keterampilan Berbicara: Presentasi memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berbicara dan menyampaikan ide dengan jelas. Hal ini sejalan dengan upaya Kurikulum Merdeka untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik.

  2. Pemberdayaan Peserta Didik: Dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyusun dan menyampaikan presentasi, Kurikulum Merdeka berkontribusi pada pemberdayaan siswa. Mereka tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga produsen dan penyaji informasi.

  3. Integrasi Keterampilan Abad ke-21: Presentasi mencakup berbagai keterampilan abad ke-21, seperti keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Ini sesuai dengan visi Kurikulum Merdeka untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global dengan berbagai keterampilan yang relevan.

Peluang Dalam Konteks Pembelajaran:

  1. Pembelajaran Kolaboratif: Presentasi dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran kolaboratif di mana peserta didik bekerja sama untuk merancang dan menyajikan materi. Ini membangun keterampilan kerjasama dan kolaborasi.

  2. Penilaian Formatif: Presentasi dapat digunakan sebagai bentuk penilaian formatif, memberikan umpan balik langsung kepada peserta didik tentang kemajuan mereka. Guru dapat memberikan panduan untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut.

Tantangan dan Pertimbangan:

  1. Kesiapan Siswa: Beberapa siswa mungkin memerlukan dukungan tambahan untuk mengatasi ketakutan berbicara di depan umum. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan memberikan panduan yang jelas.

  2. Kemampuan Teknologi: Dalam era digital, presentasi juga dapat diintegrasikan dengan menggunakan teknologi. Tantangan mungkin timbul jika terdapat keterbatasan akses atau kemampuan teknologi di kalangan peserta didik.

Kesimpulan:

Pada intinya, Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang signifikan untuk integrasi presentasi dalam pembelajaran.

Dengan mendorong keterlibatan peserta didik secara aktif dan pengembangan berbagai keterampilan, presentasi menjadi alat yang efektif dalam mencapai tujuan Kurikulum Merdeka.

Oleh karena itu, penerapan presentasi dalam konteks ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengalaman pembelajaran yang holistik dan responsif.

 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.