EV Jarak Jauh, Kunci Dorong Adopsi Mobil Listrik?

AKURAT.CO Pertumbuhan penjualan battery electric vehicle (BEV) melambat, terutama akibat sensitivitas harga konsumen dan kekhawatiran akan jarak tempuh (range anxiety) mobil listrik.
Kondisi ini mendorong industri otomotif mencari metode elektrifikasi baru untuk baterai mobil listrik.
Salah satu yang menarik perhatian adalah kendaraan listrik atau mobil listrik jarak jauh atau Extended-Range Electric Vehicle (EREV).
Pertanyaannya, mampukah EREV menjadi pendorong utama adopsi mobil listrik sepenuhnya?
Baca Juga: Inovasi Keamanan Mobil Listrik yang Perlu Anda Ketahui
EREV: Solusi Atasi Range Anxiety Konsumen
Extended-Range Electric Vehicles (EREV) menawarkan kombinasi unik dari generator bertenaga Internal Combustion Engine (ICE) kecil dengan powertrain listrik.
Konfigurasi ini memungkinkan EREV untuk menempuh jarak listrik yang lebih panjang, yaitu sekitar 100-200 mil (161-322 kilometer), melampaui kemampuan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pada umumnya.
Menurut laporan McKinsey & Company, EREV dirancang untuk mengatasi range anxiety, kekhawatiran utama yang sering menghambat konsumen beralih ke mobil listrik murni.
Baca Juga: Bisnis Mobil Listrik Xiaomi Tumbuh Pesat, Target Produksi 350 Ribu Unit di 2025
Dengan adanya generator kecil sebagai cadangan, pengemudi bisa merasa lebih aman dalam perjalanan jauh, tanpa perlu panik mencari stasiun pengisian daya.
Keunggulan EREV dalam mendorong adopsi mobil listrik meliputi:
1. Jangkauan luas
Menawarkan jarak tempuh listrik yang signifikan, mengurangi kecemasan pengemudi tentang kehabisan daya di tengah perjalanan.
2. Fleksibilitas pengisian
Memungkinkan penggunaan bensin sebagai cadangan saat pengisian daya tidak tersedia, memberikan fleksibilitas lebih dibandingkan BEV murni.
Baca Juga: Honda Kurangi Investasi di Mobil Listrik, Fokus ke Hybrid
3. Jembatan transisi
Berpotensi menjadi jembatan bagi konsumen yang ingin beralih ke listrik namun belum sepenuhnya yakin dengan infrastruktur pengisian daya atau kebiasaan baru.
Tantangan dan Pentingnya Edukasi Konsumen
Meskipun kendaraan listrik jarak jauh memiliki daya tarik yang kuat bagi banyak pembeli mobil di Amerika Serikat dan Eropa, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi.
Salah satu yang paling krusial adalah edukasi konsumen.
1. Mengedukasi perbedaan
Menjelaskan secara jelas perbedaan antara EREV, PHEV dan BEV agar konsumen memahami manfaat spesifik masing-masing.
Baca Juga: Permintaan Mobil Listrik Keluarga di Indonesia Melonjak, Pemerintah Dorong Produksi 7-Seater EV
Tanpa pemahaman yang tepat, EREV mungkin dianggap sama dengan hibrida plug in biasa.
2. Pertimbangan investasi OEM
Produsen juga harus mempertimbangkan investasi dalam platform EREV.
Meskipun ada potensi penghematan biaya dalam beberapa aspek, hal ini juga dapat menambah kompleksitas portofolio produk mereka.
Masa Depan Adopsi Mobil Listrik Penuh
Baca Juga: Mobil Listrik BYD Sealion 7 Meluncur di IIMS 2025 dengan Interior Lega, Simak Spek dan Harganya!
EREV memiliki potensi besar untuk mengubah pandangan konsumen yang masih ragu terhadap adopsi mobil listrik sepenuhnya.
Dengan memberikan rasa aman melalui jangkauan yang diperluas, EREV bisa menjadi langkah awal yang penting bagi banyak pembeli sebelum mereka sepenuhnya beralih ke BEV murni.
Kunci keberhasilan terletak pada kemampuan industri untuk mengedukasi pasar secara efektif dan mengelola kompleksitas produksi yang terkait.
Laporan: Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









