Akurat

AS Punya Aturan Baru untuk Kurangi Polusi Udara, Bahan Bakar Lebih Hemat

Yusuf Tirtayasa | 10 Juni 2024, 18:51 WIB
AS Punya Aturan Baru untuk Kurangi Polusi Udara, Bahan Bakar Lebih Hemat

AKURAT.CO Departemen Perhubungan Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan aturan baru yang akan membuat mobil lebih hemat bahan bakar. 

Ini diharapkan dapat mengurangi polusi udara dan menghemat biaya bahan bakar hingga $23 miliar (sekitar Rp 374 triliun). Meski aturan ini dianggap sebagai langkah maju, beberapa mengkritiknya karena tidak seketat yang diusulkan sebelumnya.

Aturan baru ini, yang dikenal sebagai Corporate Average Fuel Economy (CAFE), akan memperketat persyaratan penghematan bahan bakar dari tahun 2027 hingga 2035. Ini berarti kendaraan tugas ringan diharapkan dapat mencapai rata-rata 50,4 mil per galon pada tahun 2031. 

Menurut Departemen Pertahanan, aturan ini akan menghemat uang bagi pemilik kendaraan, dengan total penghematan biaya bahan bakar negara sebesar $23 miliar (sekitar Rp 374 triliun). Ini juga diharapkan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 710 juta ton dan menghemat 70 miliar galon gas pada tahun 2050.

Namun, beberapa pihak menyatakan kekecewaan karena standar tersebut lebih lembut daripada yang diusulkan awalnya oleh pemerintah. Di samping itu, ada peraturan lain yang baru saja diumumkan oleh EPA yang dianggap memiliki dampak lebih besar terhadap lingkungan.

Meski begitu, baik aturan EPA maupun CAFE dimaksudkan untuk saling melengkapi untuk mengatasi masalah polusi dan biaya bahan bakar dari sudut pandang yang berbeda.

Reaksi terhadap aturan CAFE bervariasi. Sebagaimana dikutip dari Electrek.co, Minggu (9/6/2024), kelompok lingkungan dan kesehatan umumnya mendukungnya, sementara produsen mobil juga memberikan dukungan, meskipun dengan sedikit skeptisisme.

Di luar aturan-aturan ini, pemerintah juga telah menerapkan berbagai kebijakan lain untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik, termasuk insentif pajak dan investasi dalam infrastruktur pengisian daya.

Meskipun langkah-langkah ini dianggap sebagai kemajuan, banyak yang merasa bahwa transisi ke mobil listrik harus dilakukan lebih cepat lagi untuk mengatasi masalah iklim yang semakin mendesak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.