Akurat

Gaya Ceplas-Ceplos dan Politik Egaliter Bahlil Lahadalia

Editor Jatim | 4 Juli 2025, 07:27 WIB
Gaya Ceplas-Ceplos dan Politik Egaliter Bahlil Lahadalia

--Gaya komunikasi egaliter seorang pejabat, meski tidak selalu populer, merupakan cahaya terang di tengah alam pencitraan yang memuakkan.--

BAHLIL Lahadalia memberikan warna mencolok dalam lanskap politik Indonesia. Di tengah arus komunikasi politik yang kerap dibalut formalitas dan diplomasi berjenjang, Bahlil hadir dengan gaya yang lugas, ceplas-ceplos, dan autentik.

Sayangnya, sebagian orang menafsir keliru gaya komunikasi Bahlil. Memandangnya sebagai bentuk arogansi. Padahal, jika ditelaah lebih dalam, pendekatan yang digunakan Bahlil lebih merupakan ekspresi kejujuran dalam menyampaikan pandangan kepada mereka yang dianggap setara dalam relasi sosial.

Saat ini, Bahlil menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, sekaligus Ketua Umum Partai Golkar. Namun jangan bayangkan gaya bicaranya berjarak seperti pejabat elite pada umumnya. Gaya komunikasi putra Papua ini jauh dari kesan elitis. Bahlil justru dikenal sebagai sosok yang egaliter, memandang siapa pun sebagai rekan sejajar dan mitra kerja.

Pernyataan-pernyataan Bahlil yang kerap menjadi viral di media sosial tidak bisa dilepaskan dari konsistensi niatnya: mendorong perubahan dan percepatan, khususnya dalam bidang investasi. Ia bukan tipe pejabat yang bermain aman. Sebaliknya, ia memilih untuk berbicara secara terbuka demi memastikan proses pembangunan ekonomi berjalan efektif.

Baca Juga: Bahlil Murka soal Data Desa Belum Berlistrik, PLN dan Dirjen ESDM Kena Damprat!

Dalam konteks budaya Papua dan berbagai komunitas lokal di Indonesia, gaya bicara yang tegas bahkan keras bukanlah bentuk kemarahan atau superioritas. Justru merupakan ekspresi keakraban dan kepedulian. Dan nilai-nilai ini pula yang tercermin dalam cara komunikasi Bahlil.

Seperti yang menjadi perbincangan publik sekarang, ungkapan “kurang ajar kalian!” yang dilontarkannya kepada kolega sesama pejabat. Dalam relasi yang bersifat informal dan setara, ungkapan tersebut bukan bentuk hinaan, melainkan teguran penuh keakraban. Hanya kepada sahabat, seseorang yang dianggap dekat, teguran seperti itu bisa terlontarkan.

Sikap egaliter Bahlil bukan pencitraan. Ia tumbuh dari latar belakang kehidupan yang penuh perjuangan. Lahir dari keluarga sederhana, Bahlil pernah bekerja sebagai sopir angkot. Ia merintis jalan hidupnya dari bawah, mengandalkan kerja keras, disiplin, dan ketekunan.

Pengalaman panjang mendaki kehidupan, menjadikannya sosok yang tidak memandang seseorang dari status sosial. Ia terbiasa bergaul akrab baik dengan sopir, aktivis dengan ragam status dan latar ekonomi, hingga pengusaha besar dan pejabat tinggi. Bagi Bahlil, semua orang layak diperlakukan dengan pendekatan yang sama: jujur, santai, dan terbuka.

Gaya seperti ini merupakan sesuatu yang menyegarkan dalam dunia birokrasi dan pemerintahan. Karakter yang terbuka dan inklusif membuatnya mampu menjembatani berbagai kepentingan, karena ia hadir dengan karakter yang dipercaya oleh berbagai kalangan.

Sejak era Presiden Jokowi, Bahlil dipercaya mengemban tugas penting dalam hal percepatan investasi. Ia tidak sekadar membuat wacana, tetapi aktif memastikan kebijakan berjalan dan eksekusi investasi dapat dirasakan langsung di daerah-daerah dalam bentuk kawasan industri dan penciptaan lapangan kerja.

Kepercayaan tersebut terus berlanjut di era Presiden Prabowo. Bahlil kembali diamanahi tanggung jawab besar dalam mengakselerasi hilirisasi dan transformasi sumber daya alam Indonesia. Tujuannya jelas: Indonesia tidak boleh terus menjadi eksportir bahan mentah, tetapi harus naik kelas sebagai pelaku industri bernilai tambah.

Fokus dan konsistensi adalah ciri khasnya. Ia tidak suka basa-basi. Jika menemui hambatan, Bahlil bersikap tegas. Jika mendapati kelambanan, ia tidak ragu menegur. Gaya komunikasinya menjadi semacam alarm bagi para birokrat agar tidak larut dalam zona nyaman.

Yang patut diapresiasi, semua ini dilakukan Bahlil bukan demi pencitraan. Ia tidak sedang membangun citra sempurna. Ketua Umum Golkar itu memilih menjadi dirinya sendiri: apa adanya, jujur, dan siap menanggung risiko dari keterbukaannya.

Di tengah dinamika politik yang sering kali dibalut kepura-puraan dan formalitas yang kaku, kejujuran dan otentisitas ala Bahlil merupakan aset penting yang langka. Gaya komunikasi egaliter seorang pejabat, meski tidak selalu populer, merupakan cahaya terang di tengah alam pencitraan yang memuakkan.

Gaya ceplas-ceplos yang dimiliki Bahlil bukan sekadar gaya bicara, melainkan manifestasi dari keberanian mengambil keputusan, memikul tanggung jawab, dan bekerja sungguh-sungguh dalam menjalankan amanah.

Bahlil Lahadalia bukan sekadar menteri. Ia adalah representasi dari pemimpin bisa bersikap jujur, bekerja keras, dan tetap membumi bersama rakyatnya. Ini kualitas yang seyogyanya kita apresiasi.**

----
*Afriadi, M.I.Kom, Direktur/Pimpinan Umum Akurat.co

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Editor Jatim
A