Akurat

Membaca Langkah Politik AHY

| 18 Juni 2020, 11:45 WIB
Membaca Langkah Politik AHY

Oleh: Muhtar S. Syihabuddin (Pengamat Politik, Alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

AKURAT.CO, 15 April 2020, AHY menyiarkan di banyak media struktur pengurus DPP Partai Demokrat. Mantap menatap masa depan, 2024 diyakininya akan bisa lebih bersinar dari 2019. Partai berlambang mersi ini bertekad memberikan terbaik buat bangsa dan negara.

Ganti ketum ini, sudah banyak diprediksi banyak pengamat. Terutama sejak AHY digadang-gadang di Pilgub DKI 2017 hingga menjadi Kogasma Demokrat. AHY adalah masa depan Demokrat; muda, cerdas, good looking sekaligus elegan.

Demikian kira-kira point kemenarikan yang coba ditawarkan oleh kehadiran AHY. Apakah para pemilih akan menikmatinya nanti, itu sangat tergantung pada kecerdasan memilih cara dan produk politik yang ditawarkan ke pasar demokrasi tanah air.

Baca Juga: AHY Kenang Upaya Penggembosan Demokrat, Singgung Dukungan Prabowo dan Megawati

AHY bisa dikatakan pula sebagai ikon politik unik dan inspiratif. Tetap menegaskan kekuatan terjaga dalam partai berhadapan dengan dinamika demokrasi mutakhir. Bahwa ada yang kecewa, itu biasa dalam sebuah kontestasi kepemimpinan partai.

AHY setali tiga uang dengan dinamika demokrasi tanah air, bahkan terbaca pada pemilu negeri Paman Sam, dengan kekuatan sejarah politik Bush dan Clinton. Negeri yang konon kampium demokrasi masih tidak bisa mengelak dari kekuatan sejarah berpolitik.

Kehadiran AHY dalam podium kekuasaan Demokrat mempunyai prospek historis, tapi dengan syarat dan ketentuan berpolitik yang berlaku. Langkah AHY akan membentur ruang hampa jika tidak mampu menemukan relevansi aktual dan produktif dalam ruang politik tanah air.

Beban teberat bagi AHY adalah menentukan positioning dan keberbedaan dirinya dibandingkan yang lain, bahkan untuk sosok ayahandanya SBY. Dia harus menjadi dirinya dengan tetap awas atas serbuan strategi lawan yang akan terus berdatangan.

Memilih strategi politik dalam banyak kesempatan bukan hanya mengandalkan nalar, tapi juga momentum tepat dan terukur. Bahkan ada yang juga mengaitkan dengan sisi mistis-tradisionalis, semisal dari keturunan Jawa yang konon telah lama bekuasa di nusantara ini.

Memilih strategi ini mungkin bisa berkaca pada kehadiran Puan Maharani yang sukses menduduki Ketua DPR, juga Muhaimin Iskandar yang menjadikan PKB terus lebih baik, hingga beberapa nama besar politisi lainnya. Kesuksesan itu sangat tergantung pada memilih dan menjadi strategi politik di lapangan.

Saya kira AHY harus banyak belajar pada rekam jejak para penerus sejarah politik di tanah air. Para penerus itu bukan duduk manis menikmati potensi sejarah politiknya, tapi selalu awas terhadap tuntutan aktual dari dinamika politik tanah air.

AHY merupakan ikon anak muda karena dari usia, gaya dan prospek yang melekat pada dirinya ketika hadir di ruang publik. Banyak jejak digital menguatkan positioning AHY yang dirancang akan mampu menjadikan anak muda bangkit menatap masa depan.

Jejak digital AHY separuh lebih menarasikan “muda adalah kekuatan”, sebagai yang terjadi di tingkat global yang menetes ke tanah air. Yang muda dan yang kuat pada gilirannya akan mampu mengambil setiap jengkal kekuatan politik.

Jengkal AHY kini adalah satu profil dari banyak anak muda yang sukses mendulang prestasi di tengah dinamika politik mutakhir. Kids zaman now ini telah banyak sukses dalam setiap lini kehidupan, termasuk menjadi jajaran kabinet Jokowi.

AHY adalah sebuah gejala sosial politik, yang satu sisi menjadi harapan baru di tengah tatanan sosial politik yang belum menemukan bentuknya yang sempurna. Namun pada sisi lain masih membutuhkan proses panjang penuh risiko coba dan salah.

Sebenarnya, jika dibetot pada sejarah pendirian bangsa tercatat dengan tinta emas peran anak muda. Pemberani ambil risiko intimidasi kolonial, dari berpindah-pindah tahanan sampai ada yang merelakan nyawanya melayang.

AHY adalah pengulangan sejarah yang patut kita hargai, sembari tetap menegaskan daya kontrol. Ini ditengarai untuk membimbing tunas itu agar bisa tumbuh sesuai harapan. AHY sedianya bisa menjadikan bimbingan itu sebagai modal dasar dalam mengarungi gelombang politik tanah air.

Banyak pengamat menilai Demokrat akan karam pasca lengsernya SBY dari podium kekuasaan. Amatan itu sedikit banyak terbukti dengan raupun suara Demokrat jauh dari kesuksesaan di 2009 ketika SBY mencalonkan lagi di Pilpres.

Belajar dari sejarah kesuksesan Demokrat, AHY mencoba mengambil peran sebagai tokoh sentral dalam Demokrat. Strategi ini cukup beralasan karena Demokrat tidak mempunyai basis massa tradisional atau pendukung loyal yang siap digerakkan untuk membantu calon pilihannya menang.

AHY sudah sangat menyadari pentingnya menggerakkan mesin partai, boleh jadi berkaca pada Golkar, Nasdem dan Gerindra yang tidak mempunyai basis massa tradisional tapi mesin partai jalan sehingga suaranya bagus.

Baca Juga: AHY Bangga Demokrat Berjuang Bersama KIM Menangkan Prabowo Satu Putaran

Langkah politik AHY yang sudah menebar banyak jejak digital bisa dibaca sebagai cara untuk menggerakkan mesin partai. Mengingat posisi AHY tidak seperti SBY yang bertengger dalam podium kekuasaan.

Jalan terjal AHY memang disadari banyak orang, baik di internal maupun ekstral Demokrat. Yang paling penting dari dari itu AHY harus mampu konsisten sekaligus memanfaat keberbedaan dirinya dengan SBY.

Keberbedaan itu akan menjadi produktif bagi AHY dengan syarat mampu menghadirkan langkah politik strategis. Syarat menjadi pemimpin itu memang tidak mudah, tapi bisa dipenuhi sepanjang punya konsistensi dan nilai tambah di hadapan pemilih.

AHY adalah dirinya, yang bukan hanya berbeda dengan SBY tapi juga dengan pemimpin politik lainnya. Gaya anak muda yang satu ini akan tetap menjadi menarik bagi insan politik tanah air sampai hajatan 2024.

Hajatan nanti akan lebih meriah dibandingkan 2019, mengingat masa bhakti Jokowi yang terakhir. Para kontestan harus mampu menarik simpati publik. Sejarah mencatat pasca SBY berkuasa rezim harus berganti.

Momentum emas ini harus diambil secara elegan oleh AHY dengan kerja politik yang terukur dan terarah. Yang jika kondisi tidak memungkinkan untuk menjadi orang nomor satu di republik ini bisa mengambil peran lebih produktif. Jalan masih panjang buat AHY.

Selamat menikmati hidangan demokrasi. []

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.