Akurat Logo

PASPROBO Kecam Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo, Minta Pelaku Diusut Tuntas

Andi Syafriadi | 4 November 2026, 11:30 WIB
PASPROBO Kecam Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo, Minta Pelaku Diusut Tuntas
Ketua Umum Pasukan Prabowo (PASPROBO) Sekaligus Komisaris PLN Energi Gas, Saiful Chaniago - Dok. PASPROBO

AKURAT.CO Dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto mendapat kecaman dari relawan pendukung Prabowo, Pasprobo.

Ketua Umum Pasukan Prabowo (Pasprobos), Saiful Chaniago, menilai tindakan tersebut berpotensi mengganggu keamanan negara dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas pihak yang diduga terlibat.

Saiful menegaskan, tindakan penyadapan terhadap Presiden sebagai simbol negara dan panglima tertinggi TNI adalah bentuk pengkhianatan terhadap konstitusi dan pelanggaran berat terhadap keamanan negara.

"Ini tindakan tidak bermoral, tidak patriotik, dan sangat berbahaya bagi kedaulatan negara. Presiden adalah representasi tertinggi negara. Menyadap Presiden sama saja menyadap negara. Oknum jenderal yang melakukan ini harus ditindak tegas tanpa pandang bulu," tegas Saiful Chaniago yang juga menjabat Komisaris PLN Energi Gas, dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (3/11/2026).

Baca Juga: Soal Penyadapan Telepon: Hal yang Boleh dan Tidak Boleh dalam Islam

Karena itu, Saiful meminta agar Panglima TNI dan aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional.

"Tidak boleh ada impunitas. Siapapun pelakunya, apapun pangkat dan jabatannya, harus diproses hukum secara terbuka. Ini demi menjaga marwah Presiden, menjaga soliditas TNI, dan menjaga kepercayaan rakyat terhadap institusi pertahanan," lanjutnya.

Menurutnya, di tengah upaya Presiden Prabowo bekerja keras memperkuat pertahanan nasional, swasembada energi, dan kesejahteraan rakyat, justru ada pihak internal yang mencoba mengganggu stabilitas dengan cara-cara kotor.

Baca Juga: Siapa Irjen Ahrie Sonta? Ini Profil Eks Ajudan Prabowo yang Jadi Tersangka Penyadapan Presiden

"Kami sebagai rakyat Indonesia yang dipimpin oleh Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, berdiri tegak di belakang Presiden Prabowo Subianto. Kami mendukung penuh langkah Presiden untuk membersihkan oknum-oknum pengkhianat di lingkaran kekuasaan," ujar Saiful.

Meskipun begitu, Saiful mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga persatuan.

"Jangan biarkan oknum perusak persatuan ini merusak agenda besar Presiden untuk membangun Indonesia yang kuat dan berdaulat. Hukum harus tegak," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.