PHK Massal Makin Marak, Apa Saja Penyebabnya?

AKURAT.CO Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal masih menjadi salah satu persoalan yang cukup sering terjadi di dunia kerja. Sejumlah perusahaan, mulai dari industri tekstil hingga perusahaan teknologi, melakukan pengurangan karyawan karena menghadapi berbagai tantangan bisnis.
Dikutip dari berbagai sumber, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 59.796 pekerja terdampak PHK di sejumlah daerah di Indonesia hingga Oktober 2024. Jumlah tersebut meningkat sekitar 25.000 pekerja dalam kurun waktu tiga bulan.
Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi para pekerja yang bergantung pada penghasilan bulanan. Lantas, kenapa banyak perusahaan melakukan PHK massal? Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebabnya.
Baca Juga: Soal PHK 11 Pekerja Epson, SPGI Desak Kemenaker Segera Bertindak
1. Banyaknya Barang Impor yang Masuk ke Indonesia
Salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya PHK adalah semakin ketatnya persaingan produk lokal dengan barang impor. Produk dari luar negeri yang dijual dengan harga lebih murah membuat sejumlah perusahaan dalam negeri kesulitan bersaing.
Kondisi ini cukup terasa pada industri tekstil dan pakaian jadi. Ketika konsumen lebih memilih produk impor, penjualan barang lokal bisa mengalami penurunan.
Akibatnya, perusahaan harus menghadapi berkurangnya pendapatan. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, perusahaan bisa mengurangi jumlah produksi hingga melakukan PHK untuk menekan pengeluaran.
2. Perusahaan Melakukan Penghematan Biaya Operasional
Setiap perusahaan tentu memiliki biaya operasional yang harus dibayarkan, mulai dari gaji karyawan, biaya listrik, bahan baku, hingga kebutuhan produksi lainnya.
Ketika pengeluaran semakin besar sementara pendapatan menurun, perusahaan biasanya mulai mencari cara untuk menghemat biaya.
Salah satu langkah yang terkadang dilakukan adalah mengurangi jumlah karyawan. Keputusan ini diambil untuk menjaga kondisi keuangan perusahaan agar kegiatan bisnis tetap berjalan.
3. Perkembangan Teknologi dan Kecerdasan Buatan
Perkembangan teknologi juga membawa perubahan besar dalam dunia kerja. Saat ini, banyak perusahaan mulai menggunakan sistem otomatisasi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu pekerjaan sehari-hari.
Beberapa pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat diselesaikan dengan bantuan teknologi. Hal ini membuat perusahaan mulai menyesuaikan kebutuhan tenaga kerjanya.
Namun, bukan berarti teknologi selalu menjadi penyebab PHK. Dalam banyak kasus, perubahan teknologi lebih sering mengubah jenis pekerjaan dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.
4. Menurunnya Daya Beli Masyarakat
Daya beli masyarakat juga memiliki pengaruh terhadap kondisi perusahaan. Ketika harga kebutuhan pokok meningkat dan pendapatan masyarakat tidak mengalami kenaikan yang seimbang, pengeluaran biasanya akan lebih dibatasi.
Akibatnya, permintaan terhadap sejumlah barang dan jasa bisa menurun. Perusahaan pun berpotensi mengalami penurunan penjualan dan keuntungan.
Jika kondisi tersebut berlangsung cukup lama, perusahaan mungkin harus mengurangi kapasitas produksi. Dampaknya, kebutuhan tenaga kerja juga ikut berkurang.
Baca Juga: 63.789 Pekerja Kena PHK, DPR Soroti Masalah Hak yang Belum Dibayar
5. Kondisi Ekonomi Global yang Tidak Stabil
Kondisi ekonomi dunia juga dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis di Indonesia. Konflik antarnegara, perubahan kebijakan perdagangan, hingga kenaikan harga bahan baku bisa membuat perusahaan menghadapi tekanan keuangan.
Perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor atau kegiatan ekspor biasanya lebih rentan terhadap perubahan tersebut.
Ketika biaya produksi meningkat dan permintaan pasar melemah, perusahaan harus menyesuaikan strategi bisnisnya. Salah satu dampak yang mungkin terjadi adalah pengurangan jumlah pekerja.
PHK massal bisa terjadi karena berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari persaingan barang impor, penghematan biaya operasional, perkembangan teknologi, penurunan daya beli masyarakat, hingga kondisi ekonomi global.
Karena itu, persoalan PHK tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga membutuhkan perhatian pemerintah. Perlindungan hak pekerja, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan keterampilan menjadi beberapa hal penting untuk menghadapi perubahan dunia kerja.
Primandha Rachma Auzia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa







