Inilah Perbedaan Sunscreen Physical dan Chemical, Manakah yang Lebih Baik?
Lufaefi | 2 Februari 2024, 20:00 WIB

AKURAT.CO Kalian mungkin sudah mengetahui manfaat sunscreen (tabir surya) dalam rutinitas perawatan kulit. Sunscreen mampu melindungi wajah dari paparan sinar matahari berlebih. Selain itu juga dapat mencegah timbulnya garis halus dan kerutan serta tanda penuaan dini hingga risiko terkena kanker kulit.
Faktanya, penggunaan sunscreen dengan cakupan luas (UVA dan UVB) terbukti mampu mengurangi risiko kanker kulit nonmelanoma dan melanoma. Nana Duffy, MD, FAAD mengatakan bahwa jenis kanker kulit tersebut adalah yang paling agresif.
Dalam memilih sunscreen, Anda harus mempertimbangkan beberapa keputusan. Pertama, apakah Anda menggunakan sunscreen physical atau chemical? Kedua, apakah penting yang mana yang digunakan?
Perbedaan antara sunscreen pyshical dengan chemical terletak pada cara menangkal sinar matahari. Physical sunscreen menempel pada permukaan kulit dan berperan sebagai pelindung. Sedangkan chemical sunscreen cenderung meresap ke dalam kulit seperti spons.
Terdapat pro kontra antara keduanya jenis sunscreen tersebut. Simak informasi berikut ini untuk Anda yang kebingungan dalam memilih jenis sunscreen sesuai dengan kebutuhan kulit.
Faktanya, penggunaan sunscreen dengan cakupan luas (UVA dan UVB) terbukti mampu mengurangi risiko kanker kulit nonmelanoma dan melanoma. Nana Duffy, MD, FAAD mengatakan bahwa jenis kanker kulit tersebut adalah yang paling agresif.
Dalam memilih sunscreen, Anda harus mempertimbangkan beberapa keputusan. Pertama, apakah Anda menggunakan sunscreen physical atau chemical? Kedua, apakah penting yang mana yang digunakan?
Perbedaan antara sunscreen pyshical dengan chemical terletak pada cara menangkal sinar matahari. Physical sunscreen menempel pada permukaan kulit dan berperan sebagai pelindung. Sedangkan chemical sunscreen cenderung meresap ke dalam kulit seperti spons.
Terdapat pro kontra antara keduanya jenis sunscreen tersebut. Simak informasi berikut ini untuk Anda yang kebingungan dalam memilih jenis sunscreen sesuai dengan kebutuhan kulit.
Baca Juga: WhatsApp Web Tambahkan Fitur Kunci Obrolan untuk Privasi Tambahan
Physical Sunscreen
Physical sunscreen atau lebih dikenal dengan sunscreen mineral ini bekerja dengan menciptakan penghalang fisik pada kulit agar terlindung dari sinar matahari. Sunscreen jenis ini memberikan perlindungan dengan cakupan luas seperti memantulkan radiasi UV dari kulit. Selain itu juga membantu menangkal kerusakan kulit akibat sinar UVA, termasuk hiperpigmentasi dan kerutan.
Physical sunscreen juga membantu menghalangi sinar UVA masuk melalui jendela yang dapat menyebabkan pigmentasi dan kerusakan kolagen. Maka dari itu, penting sekali untuk tetap menggunakan sunscreen meskipun hanya di dalam ruangan.
Kebanyakan sunscreen physical diformulasikan dengan zinc oxide dan titanium dioxide. Dua bahan ini telah diakui aman dan efektif oleh Food and Drug Administration (FDA). Sunscreen dengan kandungan zinc oxide atau titanium mikron (memiliki partikel sangat kecil) bekerja dengan menyerap sinar UV.
“Tabir surya zin oxide sering direkomendasikan untuk orang dengan sensitivitas kulit, termasuk jerawat, dan cukup lembut untuk digunakan pada anak-anak,” kata Elizabeth Hale, MD, dokter kulit bersertifikat dan wakil presiden dari Skin Cancer Foundation.
“Mereka juga menawarkan perlindungan spektrum paling luas (terhadap sinar UVA dan UVB) dan sangat direkomendasikan bagi mereka yang menggunakan tabir surya pada wajah dan leher setiap hari, karena tabir surya ini berfungsi mencegah kerusakan akibat sinar UVA sepanjang tahun termasuk kerutan, bintik coklat, dan bintik-bintik coklat. dan photoaging,” tambahnya.
Physical Sunscreen
Physical sunscreen atau lebih dikenal dengan sunscreen mineral ini bekerja dengan menciptakan penghalang fisik pada kulit agar terlindung dari sinar matahari. Sunscreen jenis ini memberikan perlindungan dengan cakupan luas seperti memantulkan radiasi UV dari kulit. Selain itu juga membantu menangkal kerusakan kulit akibat sinar UVA, termasuk hiperpigmentasi dan kerutan.
Physical sunscreen juga membantu menghalangi sinar UVA masuk melalui jendela yang dapat menyebabkan pigmentasi dan kerusakan kolagen. Maka dari itu, penting sekali untuk tetap menggunakan sunscreen meskipun hanya di dalam ruangan.
Kebanyakan sunscreen physical diformulasikan dengan zinc oxide dan titanium dioxide. Dua bahan ini telah diakui aman dan efektif oleh Food and Drug Administration (FDA). Sunscreen dengan kandungan zinc oxide atau titanium mikron (memiliki partikel sangat kecil) bekerja dengan menyerap sinar UV.
“Tabir surya zin oxide sering direkomendasikan untuk orang dengan sensitivitas kulit, termasuk jerawat, dan cukup lembut untuk digunakan pada anak-anak,” kata Elizabeth Hale, MD, dokter kulit bersertifikat dan wakil presiden dari Skin Cancer Foundation.
“Mereka juga menawarkan perlindungan spektrum paling luas (terhadap sinar UVA dan UVB) dan sangat direkomendasikan bagi mereka yang menggunakan tabir surya pada wajah dan leher setiap hari, karena tabir surya ini berfungsi mencegah kerusakan akibat sinar UVA sepanjang tahun termasuk kerutan, bintik coklat, dan bintik-bintik coklat. dan photoaging,” tambahnya.
Baca Juga: Ngaji.ai, Cara Baru Belajar Mengaji di Era Digital
Namun, physical sunscreen memiliki berbagai kekurangan, seperti sulit untuk diblend, tekstur lebih lengket dan meningkalkan whitecast setelah diapply. Hal ini tentu mengganggu, terlebih jika Anda memiliki warna kulit yang cenderung lebih gelap akan terlihat jelas whitecast setelah pemakaian sunscreen. Selain itu juga sunscreen physical tidak selalu bersifat tahan air sehingga Anda harus rajin melakukan reaaply.
Chemical Sunscreen
Chemical sunscreen diketahui tidak menempel dikulit atau mengahalangi sinar matahari. Sebaliknya, jenis sunscreen ini mengandung bahan aktif yang menyerap sinar UV sebelum diserap oleh kulit. Kandungan UV chemical meliputi:
- oxybenzone
- avobenzone
- octisalate
- octocrylene
- homosalate
- octinoxate
“Dalam kebanyakan kasus, tabir surya kimia tidak meninggalkan lapisan film yang terlihat pada kulit, sehingga lebih mudah dipakai pada rentang warna kulit yang lebih luas,” kata Hale.
Hale juga mejelaskan bahwa sebagian besar pasiennya lebih memilih chemical sunscreen sebab lebih mudah diaplikasikan. Hal ini karena chemical sunscreen diformulasikan untuk menyerap sehingga tidak memberi kesan lengket atau berminyak dan tidak meninggalkan whitecast pada kulit.
Banyak perdebatan tentang chemical sunscreen terkait bahan-bahan yang digunakan. Sebab kandungan yang mudah meresap diketahui dapat mengakibatkan masalah kesehatan.
Pada tahun 2019, FDA mengusulkan peraturan dan regulasi yang bertujuan untuk memperbarui persyaratan sunscreen. Badan tersebut belum menemukan bukti bahwa chemical sunscreen dapat menyebabkan efek samping berbahaya. Namun, FDA telah melarang kandungan aminobenzoic acid (PABA) dan trolamine salicylate dalam sunscreen.
Kekurangan dari chemical sunscreen yakni rentan terjadi kemerahan atau peradangan untuk jenis kulit sensitif. Beberapa bahan dapat memperburuk kondisi kulit seperti rosacea atau melasma.
Jadi Lebih Baik Physical Sunscreen atau Chemical Sunscreen?
Tidak ada yng lebih baik antara physical dan chemical sunscreen, hanya saja dalam penggunaan pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan kulit Anda. Sebab pada dasarnnya dalam penggunaan sunscreen adalah tentang kecocokan. Bisa saja yang menurut Anda tidak bagus tapi bagi orang lain justru bagus. Hal ini karena tiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda. Namun, mereka yang memiliki jenis kulit sensitif kemungkinan lebih baik menggunakan physical sunscreen karena rendah risiko iritasi pada kulit.
Itu tadi perbedaan physical dan chemical sunscreen yang menarik untuk diulas. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, apapun yang Anda pilih, pastikan untuk memilih sesuai kebutuhan kulit karena sunscreen merupakan bagian skincare paling penting dalam mencegah kerusakan kulit akibat sinar matahari.
Namun, physical sunscreen memiliki berbagai kekurangan, seperti sulit untuk diblend, tekstur lebih lengket dan meningkalkan whitecast setelah diapply. Hal ini tentu mengganggu, terlebih jika Anda memiliki warna kulit yang cenderung lebih gelap akan terlihat jelas whitecast setelah pemakaian sunscreen. Selain itu juga sunscreen physical tidak selalu bersifat tahan air sehingga Anda harus rajin melakukan reaaply.
Chemical Sunscreen
Chemical sunscreen diketahui tidak menempel dikulit atau mengahalangi sinar matahari. Sebaliknya, jenis sunscreen ini mengandung bahan aktif yang menyerap sinar UV sebelum diserap oleh kulit. Kandungan UV chemical meliputi:
- oxybenzone
- avobenzone
- octisalate
- octocrylene
- homosalate
- octinoxate
“Dalam kebanyakan kasus, tabir surya kimia tidak meninggalkan lapisan film yang terlihat pada kulit, sehingga lebih mudah dipakai pada rentang warna kulit yang lebih luas,” kata Hale.
Hale juga mejelaskan bahwa sebagian besar pasiennya lebih memilih chemical sunscreen sebab lebih mudah diaplikasikan. Hal ini karena chemical sunscreen diformulasikan untuk menyerap sehingga tidak memberi kesan lengket atau berminyak dan tidak meninggalkan whitecast pada kulit.
Banyak perdebatan tentang chemical sunscreen terkait bahan-bahan yang digunakan. Sebab kandungan yang mudah meresap diketahui dapat mengakibatkan masalah kesehatan.
Pada tahun 2019, FDA mengusulkan peraturan dan regulasi yang bertujuan untuk memperbarui persyaratan sunscreen. Badan tersebut belum menemukan bukti bahwa chemical sunscreen dapat menyebabkan efek samping berbahaya. Namun, FDA telah melarang kandungan aminobenzoic acid (PABA) dan trolamine salicylate dalam sunscreen.
Kekurangan dari chemical sunscreen yakni rentan terjadi kemerahan atau peradangan untuk jenis kulit sensitif. Beberapa bahan dapat memperburuk kondisi kulit seperti rosacea atau melasma.
Jadi Lebih Baik Physical Sunscreen atau Chemical Sunscreen?
Tidak ada yng lebih baik antara physical dan chemical sunscreen, hanya saja dalam penggunaan pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan kulit Anda. Sebab pada dasarnnya dalam penggunaan sunscreen adalah tentang kecocokan. Bisa saja yang menurut Anda tidak bagus tapi bagi orang lain justru bagus. Hal ini karena tiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda. Namun, mereka yang memiliki jenis kulit sensitif kemungkinan lebih baik menggunakan physical sunscreen karena rendah risiko iritasi pada kulit.
Itu tadi perbedaan physical dan chemical sunscreen yang menarik untuk diulas. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, apapun yang Anda pilih, pastikan untuk memilih sesuai kebutuhan kulit karena sunscreen merupakan bagian skincare paling penting dalam mencegah kerusakan kulit akibat sinar matahari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






