Akurat

Amalan saat Cuaca Panas Kembali Datang, Dibaca agar Selalu Diberi Kesehatan

Tria Sutrisna | 19 Desember 2023, 14:51 WIB
Amalan saat Cuaca Panas Kembali Datang, Dibaca agar Selalu Diberi Kesehatan

AKURAT.CO Saat ini, cuaca panas ekstrim kembali terjadi ditengah musim hujan. Musim hujan di Jakarta secara resmi dimulai pada awal November, disertai hujan lebat yang secara rutin melanda hingga memicu banjir.

Namun, beberapa hari terakhir cuaca panas terik kembali melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya. 

Menurut pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam seminggu terakhir, beberapa daerah terutama yang berlokasi di sekitar selatan ekuator, mengalami cuaca panas dan terik pada siang hari akibat dominasi kondisi cerah yang meliputi sebagian besar wilayah dari Jawa hingga Nusa Tenggara.

Baca Juga: Amalan Ismul A'zam, Dibaca saat Anda Menghadapi Kesulitan yang Sangat Berat, Insya Allah Solutif

Saat cuaca terik kembali datang, umat Muslim dianjurkan untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT untuk menurunkan anugerah-Nya berupa hujan. Perintah ini seperti firman Allah dalam surah Nuh ayat 10-12, yang berbunyi:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Artinya: “Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu,–sungguh Dia adalah Maha Pengampun–niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, membanyakkan harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai," (Surat  Nuh ayat 10-12).

Dikutip dari NU Online, terdapat sejumlah amalan doa yang biasa dibaca oleh Rasulullah ketika cuaca panas melanda.

Doa  pertama yaitu,  dikutip dari pembukaan khutbah Shalat Istisqa Rasulullah saw. 

Baca Juga: Doa Meluluhkan Hati Seseorang yang Anda Idamkan, Insya Allah Membuatnya Terpikat pada Anda Setengah Mati

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Kau turunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan,” (HR Abu Dawud). 

Doa selanjutnya yang bisa dibaca adalah istisqa seekor semut di zaman Nabi Sulaiman As sesuai dengan cerita Rasulullah saw dalam riwayat Imam Ahmad.

 اَللَّهُمَّ إِنَّا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِكَ, لَيْسَ بِنَا غِنًى عَنْ سُقْيَاكَ

Artinya: “Ya Allah, kami adalah salah satu makhluk-Mu. Kami tidak dapat berlepas ketergantungan dari anugerah air-Mu,” (HR Ahmad).

Lalu, terdapat juga doa istisqa yang pernah dibaca oleh Rasulullah menurut riwayat Abu Awanah dari Sahabat Sa‘ad ra.

 اَللَّهُمَّ جَلِّلْنَا سَحَابًا, كَثِيفًا, قَصِيفًا, دَلُوقًا, ضَحُوكًا, تُمْطِرُنَا مِنْهُ رَذَاذًا, قِطْقِطًا, سَجْلًا, يَا ذَا اَلْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Artinya: “Ya Allah ratakanlah hujan di bumi kami, tebalkanlah gumpalan awannya, yang petirnya menggelegar, dahsyat, dan mengkilat; sebuah awan darinya Kauhujani kami dengan tetesan deras hujan yang kecil, rintik-rintik, yang menyirami bumi secara merata, wahai Dzat yang Maha Agung lagi Maha Mulia,” (HR Abu Awanah).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Lufaefi
Editor
Lufaefi