Akurat Logo

55 Persen Lansia Indonesia Masih Bekerja, 85 Persen di Sektor Informal

Idham Nur Indrajaya | 17 September 2026, 21:05 WIB
55 Persen Lansia Indonesia Masih Bekerja, 85 Persen di Sektor Informal
55% lansia Indonesia masih bekerja dan 85% berada di sektor informal. Apa artinya bagi kesiapan ekonomi di masa tua? - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Bagi sebagian orang, usia lanjut berarti mulai mengurangi aktivitas kerja dan menikmati hasil yang dikumpulkan selama puluhan tahun. Namun, gambaran itu belum sepenuhnya berlaku di Indonesia. Sebanyak 55,32% lansia Indonesia masih bekerja, dan sekitar 84,75% dari lansia yang bekerja berada di sektor informal.

Angka tersebut tidak otomatis berarti seluruh lansia bekerja karena kesulitan ekonomi. Sebaliknya, data ini menunjukkan bahwa pekerjaan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat lanjut usia. Persoalan yang kemudian muncul adalah seberapa stabil pendapatan mereka dan seberapa kuat perlindungan yang dimiliki ketika kemampuan bekerja mulai menurun.

Lebih dari separuh lansia Indonesia masih bekerja, sementara 84,75% lansia pekerja berada di sektor informal. Kondisi ini membuat isu kesiapan pendapatan, perlindungan sosial, dan dana pensiun semakin penting. Bekerja di usia lanjut tidak otomatis berarti seseorang tidak sejahtera, tetapi menunjukkan bahwa masa tua di Indonesia masih memiliki keterkaitan kuat dengan kemampuan seseorang menghasilkan pendapatan.

Bekerja Saat Sudah Lansia

Berdasarkan riset DBS Foundation berjudul Indonesia Menuju Populasi Menua: Seberapa Siapkah Kita?, proporsi penduduk lansia Indonesia telah mencapai 12% pada 2025. Angka itu diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 20% pada 2045.

Artinya, ketika jumlah lansia semakin besar, pekerjaan juga masih menjadi bagian dari kehidupan ekonomi lebih dari separuh kelompok tersebut.

Ada beberapa kemungkinan di balik keputusan seseorang untuk tetap bekerja pada usia lanjut. Seseorang bisa saja ingin tetap produktif, mempertahankan aktivitas yang sudah dijalankan selama bertahun-tahun, menjalankan usaha sendiri, atau masih mengandalkan pendapatan dari pekerjaan.

Karena sumber data tidak menjelaskan motif masing-masing lansia, angka 55,32% tidak tepat jika langsung diterjemahkan sebagai bukti bahwa mayoritas lansia bekerja karena terpaksa.

Yang lebih penting adalah melihat jenis pekerjaan dan sumber pendapatan yang menopang kehidupan mereka.

Baca Juga: Apa Nama Instrumen Skrining Risiko Jatuh pada Lansia? Kenali TUG Test dan Cara Pemeriksaannya

Baca Juga: Kategori Usia Menurut WHO: Bayi, Anak, Remaja, Dewasa hingga Lansia

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.