BGN: Sekolah Boleh Tolak MBG yang Tak Penuhi Standar Keamanan

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) meminta pihak sekolah tidak ragu menghentikan pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila makanan yang diterima dinilai tidak memenuhi standar keamanan.
Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan, sekolah dapat menolak makanan yang dikirim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jika ditemukan masalah, termasuk tidak adanya label pada setiap ompreng atau wadah makanan.
“Manakala makan itu diterima oleh sekolah tidak ada labelnya di setiap omprengnya itu saya minta untuk tidak dibagikan, ditolak,” ujar Sudaryono dalam Webinar Literasi Gizi Bagi Kepala Sekolah yang disiarkan melalui YouTube BGN, Selasa (15/9/2026).
Menurut Sudaryono, pengecekan tidak hanya berkaitan dengan label pada wadah makanan. Sekolah juga perlu memastikan kondisi makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
Makanan yang tercium bau, berpotensi basi, atau sudah melewati batas waktu konsumsi dapat menjadi alasan bagi sekolah untuk menghentikan pembagian MBG.
“Apakah bau, apakah ada kemungkinan basi, apakah omprengnya ada labelnya, apakah waktunya sudah melewati batas-batas waktunya lain sebagainya. Manakala dirasa tidak aman, maka guru kemudian kami minta untuk disetop, setop jadi enggak boleh dimakan,” katanya.
Jika menemukan persoalan, pihak sekolah dapat terlebih dahulu memberikan teguran kepada SPPG yang bertanggung jawab menyediakan makanan.
Namun, apabila masalah tersebut tidak segera diperbaiki, sekolah diminta mengambil langkah lebih tegas dengan menolak MBG.
“Labelnya keliru tolong ditegur. Kalau ditegur tidak diperbaiki, tolak. MBG yang atau dapur-dapur yang seenaknya itu tolak,” ujar Sudaryono.
Ia juga meminta kepala sekolah tidak mengabaikan temuan terkait keamanan makanan.
Baca Juga: Konflik Agraria Tak Kunjung Usai, DPR Ungkap Masalah yang Bikin Sengketa Tanah Terus Berulang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK










