Ketua MPR: Indonesia Terus Berdiri Bersama Rakyat Palestina

AKURAT.CO Indonesia menegaskan sikap atas dukungannya dalam perjuangan rakyat Palestina memperoleh kemerdekaan, kedaulatan, dan kehidupan yang bermartabat.
Ketua MPR, Ahmad Muzani, mengatakan, dukungan Indonesia terhadap Palestina bukan didasari permusuhan terhadap agama atau bangsa tertentu. Melainkan berakar pada sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan amanat konstitusi.
"Dalam persoalan Palestina, sikap Indonesia tidak pernah berubah dan tidak bergeser. Dukungan atas perjuangan Palestina bukanlah permusuhan terhadap suatu agama atau bangsa," katanya, dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Muzani mengatakan, Indonesia mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan masa depannya sendiri.
"Kita mendukung hak rakyat Palestina untuk merdeka, berdaulat, dan hidup secara bermartabat di Tanah Airnya sendiri. Karena itulah kita tidak dapat berdiam diri ketika bangsa lain masih hidup di bawah pendudukan dan kekerasan," ujarnya.
Baca Juga: Puluhan Pemukim Israel Masuki Kompleks Al-Aqsa, Warga Palestina Terpapar Gas Beracun
"Rakyat dan bangsa Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina," tambahnya.
Muzani juga menekankan prinsip kedaulatan dalam sikap politik luar negeri Indonesia. Ia menyebut kedaulatan sebagai kemampuan sebuah bangsa untuk menentukan jalannya sendiri dan melindungi kepentingan nasional.
"Kedaulatan adalah kemampuan bangsa menentukan jalannya sendiri, menjaga wilayahnya, melindungi rakyatnya, mengelola kekayaannya, serta mengambil sikap berdasarkan kepentingan nasional dan prinsip-prinsip yang diyakininya," jelasnya.
Konstitusi Indonesia memberikan arah dalam menjalankan politik luar negeri. Karena itu, Indonesia berkewajiban ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Dalam hal ini, politik luar negeri bebas aktif memberikan ruang bagi Indonesia untuk menentukan sikap berdasarkan kepentingan nasional. Tanpa memihak salah satu blok mana pun.
Baca Juga: Duta Besar AS Sebut Pengusiran Warga Palestina di Tepi Barat sebagai Aksi Teror Mengerikan
Karena itu, dengan tegas Indonesia menolak perang sebagai cara untuk menyelesaikan perselisihan antarnegara.
"Indonesia harus tetap konsisten menolak perang sebagai cara menyelesaikan perselisihan antarnegara," tutur Muzani.
Ia juga menyerukan penghentian perang di Timur Tengah dan wilayah lain. Ia mendorong diplomasi digunakan untuk menyelesaikan perbedaan antarnegara. Karena itu, serangan terhadap negara berdaulat tidak dapat dibenarkan.
"Mengutamakan diplomasi sebagai jalan untuk membicarakan semua perbedaan," kata Muzani.
Menurutnya, proses perdamaian membutuhkan kesediaan seluruh pihak untuk menahan diri dan terus membuka ruang perundingan.
Baca Juga: PM Palestina Desak Inggris Bertindak atas Kekerasan Israel di Tepi Barat
Perdamaian adalah keberanian untuk menahan diri, kesediaan mendengar, dan kemampuan menempatkan kehidupan manusia di atas ambisi kekuasaan.
"Dunia tidak membutuhkan perang, dunia membutuhkan keberanian untuk berdamai," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Muzani juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sejumlah pemimpin sebagai korban perang.
"Perang juga membawa korban bagi pemimpin Iran. Karena itu, dalam forum yang mulia ini, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Rahbar Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN
- 10Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan









